Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Bursa Asia Kompak Dibuka Hijau, hanya STI Singapura Merah!

Jakarta, Indonesia – Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin (17/5/2021). Pelaku pasar sedang menanti rilis sejumlah data ekonomi di China pada hari ini.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,61%, Hang Seng Hong Kong tumbuh 0,4%, Shanghai Composite China naik 0,12%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,6%.

Sementara indeks Straits Times Singapura dibuka melemah 0,27% pada pagi hari ini.

Di China, beberapa data ekonomi akan dirilis pada hari ini, yakni data produksi industri, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran periode April 2021.

Baca:

Pegang 10 Saham Ini Sebulan Langsung Tajir, Telat Masuk?

Pada pekan lalu secara mayoritas, bursa saham Asia mengalami pelemahan. Nikkei Jepang merosot 4,34%, Hang Seng Hong Kong melemah 2,04%, Straits Times Index (STI) Singapura terkoreksi 3,72%, dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 1,37%.

Sementara untuk Shanghai Composite China pada pekan ini terpantau masih menguat 2,09%.

Adapun untuk bursa saham Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu juga terpantau kompak melemah. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,14%, S&P 500 merosot 1,39%, dan Nasdaq Composite terkoreksi 2,34%.

Pelemahan bursa Asia dan AS pada pekan lalu sepertinya diakibatkan oleh kekhawatiran investor akan naiknya inflasi AS yang dapat merubah kebijakan suku bunga rendah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Sebab, salah satu indikator ekonomi yang dijadikan acuan The Fed untuk menerapkan kebijakan moneter yakni Indeks Harga Konsumen (IHK), melesat tajam.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu (12/5/2021) waktu setempat melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April melesat atau mengalami inflasi 4,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Rilis tersebut jauh lebih tinggi ketimbang hasil survei Dow Jones sebesar 3,6%.

Sementara dari bulan Maret atau secara month-to-month (mtm) tumbuh 0,8%, juga jauh lebih tinggi dari survei 0,2%.

Sementara inflasi inti yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dalam perhitungan tumbuh 3% yoy dan 0,9% mtm, lebih dari dari ekspektasi 2,3% yoy dan 0,3% mtm.

Baca:

Bukan ANTM atau INCO, Tesla Bidik Pemasok China Ini!

Kenaikan inflasi secara tahunan tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2008, sementara secara bulanan terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Inflasi AS yang meninggi sudah diprediksi sebelumnya oleh pelaku pasar, melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi di Negeri Paman Sam. Vaksinasi yang masif di banyak negara terutama Amerika Serikat (AS) membuat mobilitas mulai terpantau pulih.

Meskipun recovery-nya gradual, tetapi konsumen sudah mulai mau berbelanja. Ketika masyarakat mulai membeli barang jasa maka permintaan naik dan uang yang tadinya ‘nganggur’ kini mulai berpindah tangan.

Korporasi mulai berusaha meningkatkan produksi dan berekspansi. Roda perekonomian kembali ‘muter’. Likuiditas yang berlebih akan terserap. Kenaikan harga komoditas yang menjadi input bagi aktivitas ekonomi seperti minyak mentah, batu bara, harga pangan hingga kayu selanjutnya akan diteruskan ke konsumen.

Kenaikan berbagai barang dan jasa secara luas inilah yang disebut sebagai inflasi. Peningkatan inflasi menjadi fokus para investor. Pasalnya ketika inflasi terjadi apalagi kenaikannya tinggi maka daya beli (purchasing power) suatu mata uang menjadi turun. Imbal hasil dari investasi juga tergerus.

Di sisi lain ketika inflasi naik tinggi, maka ada peluang bank sentral akan menarik likuiditas di pasaran atau yang lebih dikenal dengan tapering dan menaikkan suku bunga yang membuat borrowing cost menjadi lebih mahal dan inilah yang menjadi dasar kehawatiran pelaku pasar di global pada pekan lalu.

Sementara itu di pasar kripto, investor juga memantau pergerakan harga Bitcoin setelah CEO Tesla, Elon Musk kembali membuat cuitan di Twitter pada Minggu (16/5/2021), bahwa pembuat kendaraan listrik tersebut mungkin akan menjual sisa kepemilikannya di pasar kripto, terutama di Bitcoin.

TIM RISET INDONESIA

Baca:

Simak 9 Informasi Penting Ini Sebelum Berburu Cuan Hari Ini

[Gambas:Video ]

(chd/chd)