Ming. Apr 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Bursa Saham Global Rontok, Waspada! IHSG Jebkok ke 6.170

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,76% ke 6.252,712 pada perdagangan Selasa kemarin. Data pasar mencatat investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar 192 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,93 triliun.

Kasus penyakit virus corona (Covid-19) yang kembali meningkat secara global membuat sentimen pelaku pasar memburuk.

Per 23 Maret 2021, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan jumlah pasien positif corona di seluruh negara adalah 123.216.178 orang. Bertambah 223.334 orang dari hari sebelumnya.

Dalam 14 hari terakhir (10-23 Maret 2021), rata-rata penambahan pasien baru adalah 450.655 orang per hari. Jauh lebih tinggi dibandingkan rerata 14 hari sebelumnya yaitu 394.113 orang setiap harinya.

Alhasil bursa saham di berbagai belahan dunia berguguran pada perdagangan kemarin, dan berisiko berlanjut pada hari ini, Rabu (24/3/2021). Pagi ini, bursa saham Asia yang sudah dibuka sudah masuk ke zona merah, indeks Nikkei Jepang -1,1%, Kospi Korea Selatan -0,95%, dan IHSG berisiko menyusul.

Baca:

Corona Makin Gawat, China & Negara Barat Malah Main ‘Silat’

Secara teknikal, IHSG kini berada persis di rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50) yang menjadi support kuat.

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian bergerak mendatar dan berada dekat wilayah jenuh beli (overbought).

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Stochastic pada grafik 1 jam stochastic berada di wilayah oversold yang membuka peluang rebound.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Seperti disebutkan sebelumnya, IHGS kini berada di MA 50, jika menembus dan tertahan di bawah 6.250, risiko penuruan lebih dalam semakin terbuka. Target terdekat ke 6.200, jika dilewati IHSG berisiko turun ke 6.170.

Selama bertahan di atas 6.250, IHSG berpeluang menguat ke 6.300, sebelum menuju 6.340.

TIM RISET  INDONESIA

[Gambas:Video ]

(pap/pap)