Sab. Okt 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cek 10 Kabar “Hot” Emiten Sebelum Trading, Simak Gaes!

Jakarta, Indonesia – Pasar saham dalam negeri pada Selasa (30/3/2021) terpaksa merana dengan koreksi 1,55% ke level 6.071,44 poin pada akhir perdagangan.

Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) salah satunya disebabkan karena adanya margin call yang menimpa saham perbankan AS memicu kekhawatiran seputar efeknya terhadap pasar keuangan global.

Selain itu, juga dipicu oleh kebijakan manajemen BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi investasi di saham dan reksa dana. Sebab lembaga ini merupakan salah satu investor institusi raksasa sehingga apabila porsi investasi dikerdilkan berpotensi adanya arus uang keluar dari pasar modal dalam jumlah yang lumayan besar.

Selain kabar tersebut, Indonesia telah merangkum sejumlah peristiwa untuk menjadi bahan pertimbangan sebelumnya perdagangan Rabu (31/3/2021) dibuka.

1. Sah! Resmi Jual 4.200 Menara, Ini Alasan Bos Indosat

Perusahaan telekomunikasi milik Ooredoo Qatar, PT Indosat Tbk (ISAT) resmi melakukan kesepakatan penjualan dan penyewaan kembali atas menara telekomunikasi yang dimilikinya.

Sebanyak 4.200 menara telekomunikasi telah dilepas kepada pembeli yang memenuhi kualifikasi perusahaan tanpa disebutkan nama mitra pembeli.

President Director dan CEO Indosat Ahmad Al-Neama mengatakan hal ini merupakan bagian dari rencana pertumbuhan berkelanjutan perusahaan tahun ini. Transaksi ini merupakan transaksi terbesar di kawasan Asia untuk sektor ini.

Baca:

IHSG Drop Nyaris 6.000, ‘Bandar Gede’ Malah Borong 10 Saham!

2. Pandemi, Laba Duo Alfamart & Alfamidi Merosot di 2020

Emiten ritel waralaba, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola gerai Alfamart, membukukan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 1,06 triliun pada tahun lalu.

Perolehan laba bersih tersebut turun sebesar 4,59% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,11 triliun. Hal ini menyebabkan laba per saham dasar AMRT juga mengalami penurunan menjadi Rp 25,56 per saham dari sebelumnya Rp 26,79 per saham.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bersih emiten bersandi AMRT ini tercatat sebesar Rp 75,82 triliun atau naik 3,95% dari tahun sebelumnya Rp 72,94 triliun.

3. Diam-diam, Emiten Kapal Tanker Ini Buyback Obligasi Rp 288 M

Emiten kapal tanker, PT Soechi Lines Tbk (SOCI) melalui anak usahanya yang berbasis di Singapura, Soechi Capital Pte. Ltd, kembali memulai proses penawaran untuk pembelian kembali (penawaran tender) sebanyak-banyaknya US$ 20 juta atau setara dengan Rp 288 miliar (kurs Rp 14.400/US$) atas obligasi global.

Obligasi global yang dibeli kembali (buyback) ini memiliki tingkat bunga 8,375% per tahun dan jatuh tempo pada tahun 2023.

“Sehubungan dengan rencana transaksi, telah ditandatangani Dealer Manager Agreement antara Perseroan, Soechi Capital, entitas anak perseroan, dan Standard Chartered Bank (Singapore) Limited. Proses Penawaran tender akan berakhir pada 1 April 2021 (kecuali diperpanjang atau diselesaikan lebih awal),” kata Paula Marlina, Sekretaris Perusahaan SOCI, dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (30/3/2021).

4. Anjlok! Efek Pandemi Laba Sari Roti Turun 29% pada 2020

Emiten konsumer produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) membukukan perolehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 215,05 miliar pada periode yang berakhir sampai dengan 31 Desember 2020. Perolehan laba bersih tersebut turun 28,56% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 301 miliar.

Sejalan dengan penurunan laba bersih tersebut, nilai laba per saham dasar ROTI juga terkoreksi menjadi Rp 35,98 per saham dari sebelumnya Rp 49,29 per saham.

Penjualan bersih ROTI tahun lalu mencapai Rp 3,21 triliun, turun 3,75% dari tahun 2019 sebesar Rp 3,33 triliun. Rinciannya, penjualan ini dikontribusi dari penjualan roti tawar sebesar Rp 2,47 triliun, naik dari sebelumnya Rp 2,44 triliun.

5. Hingga Februari 2021, ELSA Kantongi Kontrak Baru Rp 5,2 T

PT Elnusa Tbk (ELSA) mengungkapkan hingga Februari 2021 telah mengantongi kontrak baru sebanyak Rp 5,2 triliun.

“Kontrak mengikat, ini dari hulu dan hilir. Konsolidasi. Downstream dan penunjang,” kata Corporate Communication dan Investor Relation Elnusa, Rifqi Budi Prasetyo kepada Media di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Sayangnya dia masih belum bisa membeberkan berapa target perolehan kontrak hingga akhir 2021. Yang pasti, perusahaan memiliki beberapa strategi guna menghadapi 2021 yang disebut masih penuh dengan tantangan.

NEXT: Cek Kabar Emiten Lainnya

Baca:

Mudik Dilarang, Begini Isi ‘Dompet’ Lorena-Blue Bird-Express