Sab. Jul 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cek 8 Kabar Pasar: GoTo Siap Dual Listing, Saham SRIL Suspend

Kevin Aluwi, Co-Founder Gojek

Jakarta, Indonesia – Bursa saham domestik masih dilanda tekanan jual yang cukup massif pada perdagangan Selasa kemarin (19/5/2021). Meski demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), tetap berakhir di teritori positif dengan penguatan sebesar 0,01% ke level 5.834,39 poin.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi harian kemarin mencapai Rp 10,85 triliun dengan frekuensi sebanyak 977.690 kali. Pelaku pasar asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 340,05 miliar.

Sebelum memulai transaksi pada perdagangan Rabu ini (19/5/2021), cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia:

1.Bos GoTo Buka-bukaan: Siap Dual Listing di Bursa Saham RI

Dua perusahaan teknologi terbesar di negeri ini, Gojek dan Tokopedia resmi bersinergi dan menggabungkan bisnisnya dengan membuat Grup GoTo. Rencana aksi korporasi ini ternyata tak berhenti di situ saja, perusahaan ini merencanakan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) tahun ini.

Hal ini secara blak-blakan disampaikan oleh CEO Gojek Kevin Aluwi dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya dalam wawancara eksklusif dengan Indonesia TV.

“Kami juga punya rencana melantai ke bursa dalam waktu dekat,” kata Kevin, Selasa (18/5/2021).

Lebih lanjut, William menyebutkan bahwa rencana IPO ini akan dilakukan secara dual listing atau tercatat di dua bursa saham sekaligus, salah satunya adalah di Bursa Efek Indonesia (BEI) namun tapi menyebut bursa lain yang akan menjadi tujuan perusahaan.

“Ini mimpi kami yang terpendam lama karena harus diwujudkan karena mimpi kami mitra driver dan merchant, khususnya seluruh pengguna kami bisa jadi pemegang saham kami. Prioritas kami bisa melantai di bursa Indonesia, dual listing, semoga bisa diwujudkan di tahun ini,” kata William.

Baca:

JPMorgan: GoTo Babak Baru Persaingan Raksasa SuperApp

2.Tok! Dividen Tunai Emiten Tambang Lo Kheng Hong Rp 115/saham

Perusahaan kontraktor pertambangan batu bara, PT Petrosea Tbk (PTRO) baru saja merilis nilai tukar berdasarkan kurs tengah pada tanggal 17 Mei 2021 yang merupakan recording date atau tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai atas laba bersih perusahaan di 2020.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia disebutkan bahwa nilai tukar berdasarkan kurs tengah yang ditetapkan oleh BI pada tanggal 17 Mei 2021 (recording date) adalah sebesar Rp 14.284, sehingga dividen per saham yang sebelumnya telah ditentukan di angka US$ 0,00807 adalah setara dengan Rp 115,27/saham.

Sebelumnya telah diumumkan bahwa PTRO akan membagikan dividen tunai senilai US$ 8 juta atau setara dengan Rp 114,27 miliar (kurs US$ 1 = Rp 14.284).

3.Garap RS hingga Kampus, PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp 395 M

Perusahaan konstruksi pelat merah PT PP Tbk (PTPP) di awal tahun ini mengantongi nilai kontrak baru sebesar Rp 395 miliar dari pembangunan dua rumah sakit umum daerah (RSUD) di Banten dan Jawa Tengah.

Kemudian kontrak lainnya juga diperoleh dari pengerjaan pembangunan tower universitas negeri di Jawa Tengah.

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan banyak pengerjaan proyek yang dilakukan perusahaan mengalami penundaan dari pemilik proyek karena adanya relokasi anggaran akibat Covid-19. Namun sektor kesehatan dan pendidikan menjadi sektor yang terlepas dari penundaan tersebut, termasuk proyek rumah sakit.

“Hal tersebut tercermin dalam perolehan kontrak baru yang di raih oleh Perseroan di awal tahun ini dimana telah dipercaya oleh Pemerintah daerah untuk membangun rumah sakit, yaitu:RSUD Banten yang berlokasi di Provinsi Banten dan RSUD Krian yang berlokasi di Provinsi Jawa Tengah,” kata Yuyus dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (18/5/2021).

4.Selamatkan Jiwasraya, IFG Life Resmi Jualan Proteksi Kematian

Perusahaan asuransi yang baru saja didirikan sebagai ‘juru selamat’ PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT IFG Life telah memiliki sejumlah produk asuransi dan tengah dalam pengajuan sejumlah produk lainnya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Corporate Secretary IFG Oktarina Dwidya Sistha produk asuransi yang sudah dimiliki oleh perusahaan adalah asuransi untuk nasabah individu dan korporasi berbasis proteksi.

“IFG Life telah memiliki produk asuransi dan telah menerbitkan polis. Saat ini beberapa produk telah diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari regulator. Produk Asuransi Individu dan Korporasi berbasis proteksi,” kata Oktarina kepada Indonesia, Rabu (18/5/2021).

Berdasarkan laman resmi perusahaan, produk yang sudah mulai ditawarkan adalah produk asuransi jiwa yang diberi nama IFG Proteksi Kematian.

NEXT: Cek Kabar Pasar Lainnya

Baca:

Lolos Standar WHO, Ini Penjelasan KAEF soal Vaksin Sinopharm