Kam. Jul 29th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Cuan! Laba Q1 Tesla Tembus Rp 6,4 T, Jualan Kripto Rp 4 T

Tesla Model X. CNBC Indonesia/Andrean Kristianto

Jakarta, Indonesia – Perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) Tesla Inc, yang tercatat di Bursa Nasdaq, pada Senin (26/4/2021) menyatakan bahwa perusahaan membukukan laba bersih sebesar US$ 438 juta atau setara dengan Rp 6,35 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada kuartal pertama tahun 2021 (Q1 2021).

Dikutip International, perusahaan yang dibentuk oleh pengusaha kondang dan salah satu orang terkaya di dunia, Elon Musk ini juga menyatakan bahwa pendapatan perusahaan juga naik 74% di periode yang sama.

Berikut adalah performa perusahaan pada Q1 2021:

– Laba per saham: US$ 0,93 sen per saham (Rp 13.450) versus US$ 79 sen per saham (ekspektasi)

– Pendapatan: US$ 10,39 miliar (Rp 150 triliun) naik 74% dari tahun lalu, versus US$ 10,29 miliar (ekspektasi)

– Laba bersih : US$ 438 juta berdasarkan GAAP (Rp 6,3 triliun), GAAP (Generally Accepted Accounting Principles alias PSAK).

Baca:

RI Mau Punya Bursa Kripto, Ini Syarat Pendiriannya

Meski begitu, saham Tesla turun 3% beberapa jam setelah investor mulai mencerna angka-angka kinerja Tesla tersebut.

Beberapa analis menilai bahwa Tesla dapat membukukan laba yang cukup besar semenjak perusahaan itu bermain di bidang mata uang kripto.

Tercatat Tesla mendapatkan laba US$ 101 juta atau setara Rp 1,4 triliun hanya dalam penjualan mata uang digital itu. Dalam laporan arus kasnya, Tesla mengungkapkan bahwa mereka telah menjual “aset digital” senilai US$ 272 juta (Rp 3,94 triliun), mungkin bitcoin, pada kuartal tersebut.

Sementara itu perusahaan mengatakan bahwa mereka mengharapkan lebih dari 50% pertumbuhan pengiriman kendaraan pada tahun 2021 secara keseluruhan, yang menyiratkan pengiriman minimum sekitar 750.000 unit kendaraan tahun ini.

Namun Tesla juga mengalami permasalahan dalam bidang layanan purnajual. Tesla meningkatkan penjualan unit kendaraan lebih dari 100% dari tahun ke tahun tetapi hanya mendapatkan kenaikan pendapatan dari pusat layanan hanya sebesar 28% dan meningkatkan layanan selulernya di angka 22%.

Lebih Lanjut, Tesla juga mengklaim bahwa mereka telah mengatasi kekurangan chip yang telah mengganggu industri otomotif dengan “berputar sangat cepat ke mikrokontroler baru, sekaligus mengembangkan firmware untuk chip baru yang dibuat oleh pemasok baru.”

Namun pemasok baru ini tidak didetail lebih lanjut.

Tesla sebelumnya melaporkan pada kuartal I perusahaan mengirim kendaraan sebanyak 184.800 mobil Model 3 dan Model Y, melampaui ekspektasi dan mencetak rekor untuk Tesla.

Namun, perusahaan juga mengatakan mereka tidak akan memproduksi sedan Model S kelas atas atau SUV Model X lagi untuk periode yang berakhir Maret. Perusahaan terakhir mengirimkan 2.020 sedan Model S yang lebih tua dan SUV Model X dari inventaris alias stok lama.

Baca:

Kapan Tesla Masuk Indonesia? Bos BKPM: Doain!

[Gambas:Video ]

(tas/tas)