Ming. Mei 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Desain Ibu Kota Baru Dikritik, I Nyoman Nuarta Buka Suara

Desaiin Garuda Istana Negara Ibu Kota Baru (Instagram/@Jokowi)

Jakarta, Indonesia– Desainer pemenang sayembara rancangan Istana Presiden di ibu kota baru Kalimantan Timur (Kaltim), I Nyoman Nuarta menjawab kritikan dari lima asosiasi arsitek yang ditujukan padanya. Dia dikritik karena dinilai desain tersebut tak dibuat dengan perencanaan matang.

Menjawab kritikan tersebut, Nyoman mengatakan desain itu telah dibuat dengan melibatkan arsitek, ahli struktur, lingkungan, pencahayaan, dan sebagainya yang berkolaborasi dengannya.

Baca:

Jokowi Reshuffle Kabinet, Bambang Brodjonegoro Jadi Bos IKN?

“Saya kan penggagas saja. Ahli-ahlinya dari arsitek segala macam itu terlibat di sana. Ahli konstruksi, ahli environment. Kan sekarang ada green design, itu semua ada yang terlibat di kita. Saya cuma memberi idenya ini begini, begitu, cocok nggak? Kalau nggak cocok bagaimana? Jadi tidak bekerja sendiri, ini menganggap saya bekerja sendiri,” tutur Nyoman dikutip dari detik.com, Minggu (25/4/2021)

Nyoman memastikan, ahli-ahli yang tergabung dalam timnya itu punya kompetensi di bidangnya masing-masing dan bersertifikat. Sebelumnya, ada lima asosiasi arsitek yang terdiri dari Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Green Building Council Indonesia (GBCI), Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI), Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI), dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota (IAP).

“Saya itu mendirikan biro arsitek karena diperlukan, dan mereka punya SKA. Terlibat juga ahli struktur. Gagasannya memang saya, yang mendesain struktur awal supaya memudahkan,” kata dia.

Nyoman mengatakan pembuatan desain itu juga mempertimbangkan sisi ekonomi. Dengan demikian, istana yang akan dibangun tidak hanya menghabiskan biaya besar, tapi juga bisa memberikan hasil untuk negara.

“Kalau konsep saya itu melibatkan park, science, teknologi dan bisnis. Karena apa? Patung besar itu harus ada perhitungan bisnisnya. Kalau tidak siapa itu? Kan itu membutuhkan triliunan. Nggak logis kalau kita mem bangun itu tanpa perhitungan,” jelas dia.

Selain itu, desain yang dimenangkan olehnya sudah melalui proses sayembara. Dia pun mempertanyakan maksud dari kritik yang disampaikan lima asosiasi arsitek tersebut.

Nyoman sendiri dalah sosok di balik patung GWK yang telah dibangun sejak tahun 1990. Dia mengatakan seperti rancangan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang dibuatnya, dia memastikan rancangan Istana Presiden ini sudah memastikan segala aspek karena ia berkolaborasi dengan ahli-ahli di bidang terkait.

“Saya sudah biasa berkolaborasi. Arsitek pun yang mendesain pasti dia berkolaborasi. Nggak mungkin,” imbuhnya.

Baca:

Diminta Bangun Ibu Kota Rp 466 T, Pengusaha: Tidak Mungkin!

Berita lengkapnya kilik di sini>>>

[Gambas:Video ]

(sef/sef)