Sab. Okt 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Doh! BP Jamsostek Bikin Pelaku Pasar Deg-degan, IHSG Loyo Nih

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Akumulasi berbagai sentimen negatif sepanjang perdagangan Selasa kemarin, mulai dari efek marjin call di Bursa Wall Street dan kebijakan pengurangan investasi saham dan reksa dana BPJS Ketenagakerjaan, memantik aksi jual. Sehingga, bursa saham domestik diproyeksikan masih akan melanjutkan tren pelemahan pada Rabu ini.

Kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,55% ke level 6.071,44 poin dengan nilai transaksi Rp 10,38 triliun. Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp 365,63 miliar.

Menurut pengamat pasar saham MNC Asset Management, Edwin Sebayang, bursa saham domestik masih akan dibayangi tekanan jual sejalan dengan kejatuhan sejumlah harga komoditas, naiknya yield obligasi AS tenor 10 tahun tertinggi selama 14 bulan terakhir mendekati 1,73% yang akan berdampak atas naiknya yield obligasi Indonesia dan akan kembali terdepresiasinya nilai tukar Rupiah mendekati level Rp 14,500.

Pilihan Redaksi
  • Waduh Gara-gara Ini, IHSG-Rupiah-SBN Tumbang Semua!
  • Jadi Biang Kerok Pasar Drop, Ini Cerita Lengkap Margin Call
  • Was-was IHSG di Bawah 6.000, Cek Saham-saham Potensi Cuan Ini

Di sisi lain, Edwin juga mencermati, minat terhadap surat utang negara (SUN) terbitan pemerintah turun. Dalam lelang SUN yang digelar kemarin, pemerintah cuma berhasil menyerap Rp 4,75 triliun.

Penyerapan ini jauh di bawah target indikatif pemerintah yang berkisar Rp 30 triliun-Rp 45 triliun. Realisasi tersebut juga merupakan penyerapan terendah dalam lelang SUN sejak Oktober 2015. Artinya, pembeli obligasi menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi dari level saat ini.

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 5.993 – 6.104,” kata Edwin Sebayang, dalam risetnya, Rabu (31/3/2021).

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama memaparkan, berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance maksimum berada pada 5.940.11 hingga 6.167.72. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

“Di sisi lain, terlihat pola long black marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi bearish continuation pada pergerakan IHSG,” kata Nafan Aji.

[Gambas:Video ]

(hps/hps)