Sen. Mei 17th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Erdogan Berang, Heboh Biden Usik Kekaisaran Muslim Ottoman

Turkish President Recep Tayyip Erdogan speaks to reporters before departing for a visit to Ukraine, in Istanbul, Monday, Feb. 3, 2020. Turkey hit targets in northern Syria, responding to shelling by Syrian government forces that killed at least four Turkish soldiers, the Turkish president said Monday. A Syrian war monitor said six Syrian troops were also killed.(Presidential Press Service via AP, Pool)

Jakarta, Indonesia – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden membuat pernyataan mengejutkan. Ia mendeklarasikan bahwa orang-orang Armenia telah dibantai di Kekaisaran Muslim Ottoman tahun 1915.

Frase genosida juga diutarakan Biden menyebut kejadian tersebut. Padahal sebelumnya, baik Donald Trump maupun Barrack Obama menolak menggunakan kata itu karena rentan merusak hubungan AS dan Turki.

Baca:

Jreng! Biden Mendadak Telepon Erdogan, Ada Apa?

“Setiap tahun pada hari ini, kami akan mengingat kehidupan semua orang yang meninggal dalam genosida Armenia era Ottoman dan berkomitmen kembali untuk mencegah kekejaman seperti itu terjadi lagi,” kata Biden dikutip Reuters, Minggu.

Hal ini membuat berang pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ia merespon melalui sang juru bicara sekaligus penasihat Ibrahim Kalin.

“Akan ada reaksi dalam berbagai bentuk dan jenis, dalam beberapa hari dan bulan mendatang,” katanya dimuat AFP, Senin.

Ia tak merinci apa yang akan dilakukan Turki. Namun sebagian menilai negeri itu akan membatasi akses AS ke pangkalan udara Incirlik di Turki Selatan, yang menjadi basis koalisi internasional memerangi ISIS di Suriah dan Irak.

“Kami akan terus menanggapi pernyataan yang sangat disayangkan dan tidak adil ini,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Turki juga memanggil Duta Besar AS David Satterfield untuk menyatakan ketidaksenangannya. Sebab pernyataan Biden itu dinilai telah menyebabkan ‘luka dalam hubungan yang sulit diperbaiki’.

Baca:

Biden Sebut Pembantaian Armenia 1915 Genosida, Ini Faktanya

Halaman 2>>