Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Gempa 7,3 SR di Jepang, Pembangkit Nuklir Fukushima Aman!

In this Feb. 12, 2020, photo, the Unit 1 and 2 reactor buildings, damaged by the 2011 earthquake and tsunami, are seen at the Fukushima Dai-ichi nuclear power plant in Okuma, Fukushima Prefecture, Japan. Nine years ago, on March 11, 2011, a magnitude 9.0 quake and tsunami destroyed key cooling functions at the plant, causing a meltdown that leaked a massive amount of radiation and forcing some 160,000 residents to evacuate. About 40,000 of them still haven't returned. (AP Photo/Jae C. Hong)

Jakarta, Indonesia – Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter mengguncang prefektur Miyagi dan Fukushima di wilayah Tohoku, Jepang, Sabtu (13/2/2021) malam. Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Gempa ini terjadi tepatnya pada 11:07 malam waktu setempat dengan pusat gempa berada pada lepas pantai Fukushima, sekitar 220 kilometer dari Tokyo dengan kedalaman 55 kilometer

Melansir The Japan Times, akibat gempa ini sebanyak 50 orang dilaporkan luka-luka di prefektur Miyagi dan Fukushima. Namun belum dikonfirmasi berapa banyak korban dengan luka parah.

Gempa terbesar kedua yang mengguncang Jepang sejak 2011 ini juga menyebabkan matinya sejumlah pembangkit listrik.

Juru bicara pemerintah Katsunobu Kato mengatakan sedikitnya 950.000 rumah mati listrik pada tengah malam dan banyak pembangkit listrik di negara itu sedang offline. Pemadaman listrik ini dilaporkan di beberapa bagian prefektur Fukushima, Miyagi, Iwate, dan Tochigi.

Baca:

Gempa Besar Guncang Jepang 7 Skala Richter, Ada Tsunami?

Setelah gempa besar ini terjadi, dilaporkan juga beberapa gempa susulan dengan kekuatan antara 3 dan 5 di lepas pantai Fukushima.

Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga segera mengarahkan lembaga pemerintah untuk menghitung kerusakan, menyelamatkan calon korban, bekerja sama dengan pemerintah kota dan memberikan informasi yang diperlukan tentang rencana evakuasi dan kerusakan secepat mungkin.

Pemerintah Jepang juga dengan segera membentuk satuan tugas untuk memeriksa gempa tersebut.

Sementara itu, mengutip Reuters, seorang juru kamera Kantor Berita asal Inggris ini, melaporkan dari lokasi di Fukushima bahwa kamar hotelnya di lantai 10 bergetar selama beberapa waktu.

Seorang pria di hotel itu dibawa ke rumah sakit setelah jatuh dan kepalanya terbentur pintu, kata juru kamera. Meski terluka, pria itu masih bisa berjalan, kata kameramen Reuters tersebut.

Rekaman televisi juga menunjukkan pecahan kaca dari bagian depan toko.

Sekitar 950.000 rumah tangga terkena pemadam listrik, kata juru bicara pemerintah Katsunobu Kato yang disiarkan oleh penyiar publik NHK. Pemadaman listrik tampaknya terkonsentrasi di timur laut Jepang, termasuk Fukushima dan prefektur tetangga.

Tidak ada gangguan pada pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi dan Daini, atau di pembangkit nuklir Kahiwazaki-Kariwa, kata Tokyo Electric Power Company Holdings perusahaan pemilik pembangkit nuklir tersebut. 

Dilaporkan juga mengatakan tidak ada perubahan pada tingkat radiasi di sekitar pabriknya.

Kato mengatakan tidak ada kejanggalan di fasilitas nuklir Onagawa.

Gempa melanda Fukushima hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun gempa pada 11 Maret 2011 yang menghancurkan timur laut Jepang dan memicu tsunami besar yang menyebabkan krisis nuklir terburuk di dunia dalam seperempat abad – yang berpusat di fasilitas Daiichi.

Gempa bumi biasa terjadi di Jepang, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Jepang menyumbang sekitar 20% gempa bumi berkekuatan 6 atau lebih besar di dunia.

Baca:

Gempa M 7,7, Australia & Selandia Baru Peringatkan Tsunami

[Gambas:Video ]

(hps/hps)