‘Harpitnas’, Siap-siap IHSG Tembus 6.300 Hari Ini!

Sejumlah karyawan melintas di kawasan kantor Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/6). Pasar saham Indonesia kembali dibuka mulai hari ini setelah libur panjang hari raya Idul Fitri. Pasca libur Lebaran, IHSG dibuka koreksi 0,86% ke 5.941,79 pada pukul 9 pagi tadi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat lebih dari 1% pada perdagangan Rabu lalu (10/3) ke 6.264,679. Dengan penguatan tersebut, IHSG sukses mengakhiri penurunan 4 hari beruntun.

Kemarin, pasar keuangan dalam negeri libur sehingga Jumat ini ibarat “hari kejepit nasional’ alias harpitnas, di saat yang sama bursa saham global pesta pora.

Selain sukses menguat, kabar bagus lainnya investor asing akhirnya melakukan aksi beli bersih (net sell) sebesar Rp 79 miliar, setelah melakukan aksi jual bersih (net sell) Rp 1,1 triliun dalam 2 hari perdagangan sebelumnya.

Sentimen pelaku pasar sedang bagus kemarin, tercermin dari penguatan bursa saham AS (Wall Street) di hari sebelumnya. Kiblat bursa saham dunia tersebut kembali melesat Rabu waktu setempat, indeks Dow Jones bahkan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Baca:

Wuidih! Grab Mau IPO di Wall Street, Valuasi Tembus Rp 560 T

Pada perdagangan Kamis kemarin, Wall Street kembali menguat, Dow Jones kembali mencetak rekor, ditambah S&P 500 yang juga membukukan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa setelah melesat lebih dari 1%. Sementara itu indeks sektor teknologi, Nasdaq, yang belakangan sering tertekan mampu melesat lebih dari 2%.

Penguatan Wall Street dalam 2 hari terakhir tersebut berpeluang besar membawa IHSG melesat hari ini, Jumat (12/3/2021).

Secara teknikal, IHSG berhasil kembali ke atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50) yang tentunya memberikan tenaga untuk kembali menguat.

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian sudah mendekati wilayah jenuh jual (oversold).

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Stochastic pada grafik 1 jam mendekati wilayah jenuh beli (oversold) yang berisiko membuat IHSG terkoreksi.

idrGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Resisten terdekat kini berada di kisaran 6.300 hingga 6.310, jika level tersebut IHSG berpotensi menguat menuju 6.360. 

Sementara selama tertahan di bawah resisten, IHSG berisiko turun ke 6.210. Penembusan ke bawah level tersebut akan memperbesar risiko merosot lebih dalam.

TIM RISET  INDONESIA 

Baca:

Jumat ‘Kejepit’, Cek Saham-saham Potensi Cuan Hari Ini!

[Gambas:Video ]

(pap/pap)