Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Hat-trick! Inggris Lockdown Maning, Strain Baru Mengganas

Britain's Prime Minister Boris Johnson waves to the media as he leaves 10 Downing Street or go to the House of Commons his weekly Prime Minister's Questions in London, Wednesday, Sept. 30, 2020. (AP Photo/Alastair Grant)

Jakarta, Indonesia – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson pada Senin (4/1/2021) memerintahkan untuk melakukan penguncian nasional (lockdown) baru untuk menahan lonjakan kasus Covid-19 yang mengancam sistem kesehatan.

Dikutip Reuters, pengumuman itu datang hanya beberapa jam setelah pemerintah memuji keberhasilan Inggris menjadi negara pertama yang mulai meluncurkan vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca guna melawan Covid-19.

Baca:

Mutasi Baru Corona Ini Lebih ‘Ganas’ dari Strain Inggris

Johnson mengatakan varian baru virus corona yang lebih menular pertama kali diidentifikasi di Inggris dan sekarang hadir di banyak negara lain dengan kecepatan penyebaran tinggi. Karenanya tindakan segera diperlukan untuk memperlambatnya.

“Saat saya berbicara dengan Anda malam ini, rumah sakit kami berada di bawah tekanan lebih akibat Covid daripada kapanpun sejak dimulainya pandemi,” kata Johnson dalam pidato yang disiarkan televisi ke negara itu.

Baca:

Awas Ribut! Iran-Korsel Panas, Seoul Kirim Kapal Perang

“Dengan sebagian besar negara sudah berada di bawah tindakan ekstrem, jelas bahwa kita perlu berbuat lebih banyak bersama untuk mengendalikan varian baru ini. Karena itu kita harus melakukan penguncian nasional, yang cukup kuat untuk menahan varian ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi menginstruksikan Anda untuk tinggal di rumah, ” kata mantan walikota London ini.

Toko-toko dan pelayanan lainnya yang tidak penting harus tetap ditutup. Berbeda dari sebelumnya, kali ini sekolah dasar, menengah hingga Universitas juga tutup mulai Selasa.

Sementara itu, lebih dari 75.000 orang di Inggris telah meninggal karena Covid-19 dalam 28 hari sejak dimulainya pandemi. Rekor 58.784 kasus baru virus corona dilaporkan kemarin.

Inggris pertama kali melakukan lockdown Maret 2020, selama tiga pekan. Desember lalu, lockdown juga kembali diberlakukan di beberapa wilayah saat libur Natal.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)