Rab. Jul 28th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Heboh Uang Pecahan 1.0, Ini Kata BI sampai Peruri

rupiah 1.0 (Ist)

Jakarta, Indonesia – Sebuah video pada akun TikTok viral dengan uang pecahan 1.0. Banyak yang menduga uang tersebut merupakan upaya redenominasi rupiah. Namun, hal tersebut dibantah oleh Bank Indonesia (BI) dan Peruri selaku otoritas moneter di tanah air.

Bank Indonesia menegaskan uang pecahan 1.0 yang viral di media sosial Tiktok bukan Rupiah. Artinya uang tersebut bukan alat pembayaran sah di Indonesia.

Pilihan Redaksi
  • Viral Uang Cetakan 1.0, Redenominasi?
  • Viral Pecahan 1.0, Apa Kabar Redenominasi Rp 1000 Jadi Rp 1?
  • Bukan Kayak 1.0 yang Viral, Ini Lho Contoh Uang Redenominasi!

“Uang dalam video tersebut bukan merupakan uang rupiah dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono kepada Indonesia, Senin (10/5/2021).

Erwin menjelaskan, sesuai dengan UU No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang, Rupiah memiliki ciri khusus yang tidak ada pada uang pecahan 1.0 tersebut.

Selain itu, sesuai aturan tersebut, BI juga merupakan satu-satunya lembaga yang diberikan kewenangan untuk mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah yang sah di Indonesia.

Namun, sampai saat ini BI tidak pernah mengeluarkan uang dengan pecahan 1.0 tersebut sehingga itu bukan uang Rupiah resmi yang bisa digunakan untuk bertransaksi.

“Gambar uang dalam video tersebut merupakan uang dalam rangka uji cetak di Perum Peruri sehingga hanya dalam kepentingan internal Peruri,” kata Erwin menegaskan.

Kendati demikian, rencana redenominasi juga masih masuk dalam wacana BI untuk bisa direalisasikan.
Redenominasi, kata Erwin memiliki banyak aspek yang harus diperhatikan. Tanggung jawab kesuksesan program tersebut tidak hanya BI, pemerintah, dunia usaha namun juga masyarakat secara umum.

“Wacana itu terus dilanjutkan. Seperti pengalaman di banyak negara, akseptasi masyarakat memegang peran kunci. Persepsi salah tentang redenominasi yang dipersamakan dengan sanering (pemotongan nilai uang) di masa lalu,” jelasnya.

“Selain itu kebijakan ini juga harus diterapkan dalam kondisi ekonomi yang stabil supaya tidak menimbulkan kepanikan yang nggak perlu,” lanjut Erwin.

Redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju ke arah yang lebih sehat. Ada pula dikenal istilah sanering, yakni pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, di mana yang dipotong hanya nilai uangnya.

Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang, hanya dihilangkan beberapa angka nol-nya saja. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang).

Selanjutnya, hal ini akan menyederhanakan sistem akuntansi dalam sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Halaman 2>>>