Hmm..India Bikin Panas Lagi, Tesla Disebut Pepet Raksasa Tata

Jakarta,  Indonesia – Pabrikan mobil listrik milik miliarder Elon Musk, Tesla Inc. yang tercatat di Bursa Nasdaq AS dengan kode saham TSLA dilaporkan dalam proses penjajakan kesepakatan dengan raksasa perusahaan energi asal India, Tata Power, yang tercatat juga di National Stock Exchange (NSE) India.

“Tesla Inc sedang menjajaki kesepakatan dengan unit pembangkit listrik milik konglomerasi Tata Power India, yakni Tata Sons, untuk menyiapkan infrastruktur pengisian untuk kendaraan listrik di negara itu,” tulis sumber kepada -TV18 Jumat (12/3/2021). -TV18 adalah kanal televisi berbayar di India, milik  dan TV18.

Setelah pemberitaan ini mencuat, saham Tata Power di NSE India naik 5,5% ke level penutupan terbaiknya sejak 9 Juni 2014. Penguatan harga saham Tata juga terjadi saat Tesla, pembuat mobil listrik yang berbasis di Palo Alto AS, bersiap untuk meluncurkan produk di India akhir tahun ini dengan rencana untuk mengimpor dan menjual sedan listrik Model 3 di India.

Sementara itu saham TSLA di Nasdaq pada awal perdagangan Jumat (12/3) waktu AS melemah 2,40% di level US$ 682,80/saham.

Tesla akan mendirikan unit manufaktur mobil listrik di negara bagian Karnataka, India selatan, menurut dokumen pemerintah yang dilihat oleh Reuters.

Baca:

Resmi! Harga Mobil Listrik Tesla Naik Sampai Rp 143 Juta

“Pembicaraan antara Tata Power dan Tesla sedang dalam tahap awal dan belum ada pengaturan yang diselesaikan,” tulis laporan itu. Kedua perusahaan tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar oleh Reuters.

Sementara itu, beberapa waktu lalu unit pembuat mobil Tata Sons, Tata Motors Ltd membantah memiliki hubungan dengan Tesla. Ini karena ada laporan kedua perusahaan sedang melalukan pembicaraan terkait kemitraan.

India memang jadi tempat tujuan pengembangan perusahaan. Sebelumnya dikabarkan Tesla akan mendirikan unit manufaktur mobil di negara bagian Karnataka India Selatan. Januari lalu, Tesla mendaftarkan Tesla Motors India dan Energy Private Ltd di Bengaluru Selatan.

Tesla juga dikabarkan akan melakukan peluncuran produk di India akhir tahun ini. Rencananya Tesla akan melakukan impor dan menjual produk Model 3 di negara tersebut.

Masuknya Tesla ke India juga berbarengan dengan kabar perusahaan mengincar masuk ke Indonesia. Namun Tesla tak akan masuk untuk pengembangan mobil listrik di Tanah Air.

Menurut Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Septian Hario Seto, Tesla rencananya akan investasi di Energy Storage System atau ESS.

Menurutnya investasi ESS telah dilakukan sebelumnya oleh Tesla di Australi. Energi itu jadi solusi untuk menggantikan pembangkit listrik dengan sistem peaker atau yang kerap digunakan untuk permintaan listrik sedang tinggi.

Sebelumnya kabar Tesla masuk India sempat menjadi berita panas di Indonesia. Apalagi kabar tersebut juga belum terkonfirmasi dengan jelas.

Media India, Hindustantimes bahkan mengungkapkan ada kebingungan atas rencana Tesla yang akan berinvestasi di Karnataka, India. Kebingungan ini masih terus berlanjut dalam beberapa hari setelah Ketua Menteri Karnataka BS Yediyurappa mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi Tesla akan segera masuk ke India.

Karnataka adalah nama satu negara bagian India yang terletak di bagian barat daya. Pusat pemerintahannya berada di Bengaluru, kota yang dikenal sebagai pusat teknologi informasi India, sekaligus kota terbesar di sana.

Pada awal Februari, Tesla dikabarkan berminat masuk Negeri Bollywood. Hal tersebut berdasarkan dokumen yang diterima Reuters, Sabtu (13/02/2021).

Baca:

Ada Kabar Baru Soal Nikel? Saham ANTM Cs Unjuk Gigi Lagi

[Gambas:Video ]

(tas/tas)