Daily Berita

Berita Indonesia Terbaru Hari Ini | Today's Latest Indonesia News

IHSG Sudah Full Tank! Bersiap Melaju Kencang Hari Ini

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia РSetelah sempat bergerak di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir kurang menggembirakan pada perdagangan kemarin (25/5/21). Indeks bursa saham acuan nasional tersebut ditutup melemah 0,16% ke level 5.763,63.

Nilai transaksi hari ini turun tipis menjadi Rp 9 triliun. Namun, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp 389 miliar.

Sentimen pada perdagangan hari ini tentu saja yang pertama dari bursa acuan global Paman Sam yang ditutup di zona positif dini hari tadi yang kemungkinan besar akan membawa hawa segar ke pembukaan bursa Asia termasuk Indonesia.

Selanjutnya dari dalam negeri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan rekan akan menggelar dan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Mei 2021 pada 24-25 Mei. Konsensus pasar yang dihimpun Indonesia memperkirakan suku bunga acuan masih bertahan di 3,5%.

Pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih mempertahankan suku bunga acuan pada bulan ini. Wajar, karena MH Thamrin menunggu komitmen perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit lebih dalam lagi.

Sejak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) mengobrak-abrik perekonomian nasional, BI tidak tinggaldiam. BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 200 basis poin ke 3,5%. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka.

Selain itu, BI juga memberikan pelonggaran makroprudensial. Konsumen yang ingin mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) tidak perlu menyiapkan uang muka, cukup bayar angsuran bulanan.

Semua ini dilakukan untuk memberi ‘pelumas’ agar perekonomian Tanah Air bisa bergeraklebih mulus. Namun sepertinya perbankan belum bergerak dalam irama yang sama.

Perbankan sudah sangat menikmati penurunan suku bunga acuan dalam wujud biaya dana yang lebih murah. Sejak awal 2020 hingga Maret 2021, suku bunga deposito satu bulan (yang menjadi acuan biaya dana) sudah turun 225 bps, lebih tajam dari penurunan BI 7 Day Reverse Repo Rate.

Akan tetapi, tidak demikian dengan suku bunga kredit. Per Maret 2021, rata-rata suku bunga Kredit Modal Kerja (KMK) rupiah di bank komersial adalah 9,06%. Dibandingkan posisi awal 2020, baru turun 102 bps.

Baca:

Perhatian! Sebelum Libur, Yuk Simak Saham yang Bisa Cuan

Oleh karena itu, BI tentu akan menunggu komitmen perbankan untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut, terutama suku bunga kredit. Kalau BI 7 Day Reverse Repo Rate dipangkas lagi tetapi perbankan masih belum juga menurunkan suku bunga kredit dengan lebih agresif, buat apa?

“Ini bukan berarti BI tidak lagidovish, tetapi lebih fokus untuk memantau transmisi kebijakan moneter terutama ke suku bunga kredit. Selain itu, BI sudah memberikan kebijakan lain untuk mendorong pertumbuhan kredit seperti uang muka KPRdan KKB,” sebut RadhikaRao, Ekonom DBS, dalam risetnya.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode harian (daily) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). Saat ini, IHSG berada di area batas bawah maka pergerakan IHSG selanjutnya cenderung terapresiasi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau penguatan, perlu melewati level resistance yang berada di area 5.850. Sementara untuk melanjutkan tren bearish atau penurunan perlu melewati level support yang berada di area 5.703.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 31 yang sudah sedikit lagi menunjukkan adanya indikator jenuh jual sehingga ada potensi IHSG untuk kembali terapresiasi.

Secara keseluruhan, melalui pendekatan teknikal dengan indikator BB di batas bawah, maka pergerakan selanjutnya cenderung bullish. Hal ini juga terkonfirmasi dengan indikator RSI yang sudah mendekati jenuh jual.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET INDONESIA

[Gambas:Video ]

(trp/trp)