Kam. Apr 15th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Industri Otomotif RI Terpukul, Asing Obral Saham Astra Rp 2 T

Bursa Efek Indonesia

Jakarta, Indonesia РTiga bulan pertama tahun 2021 menjadi periode yang menggalaukan bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Asing yang sempat masuk, tapi belakangan mulai melepas kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesi, dimana saham PT Astra International yang dilepas paling banyak.

Memulai awal tahun sedikit di bawah level 6.000, tepatnya di angka 5.979,IHSG mengakhiri kuartal ketiga dengan apresiasi tipis 0,05% ke level 6.011. Meskipun hanya terapresiasi tipis, ternyata dana asing yang masuk ke pasar modal angkanya fantastis. Tercatat investor asing melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebanyak Rp 4,47 triliun, bahkan pembelian asing di seluruh pasar mencapai Rp 7,53 triliun.

Meskipun secara rata-rata asing melakukan pembelian bersih di pasar modal, akan tetapi ternyata ada beberapa saham-saham unggulan yang dilego asing secara besar-besaran. Berikut saham-saham yang paling banyak diobral asing pada kuartal pertama tahun 2021.

Emiten

Net Sell

ASII

Rp 2 triliun

ICBP

Rp 1,5 triliun

BBCA

Rp 950 miliar

CPIN

Rp 618 miliar

CTRA

Rp 348 miliar

Baca:

Hajar! Asing Borong 10 Saham Ini Sepekan, Tertarik Ikutan?

Gelar saham yang terbanyak di lego asing Q1 2021 jatuh kepada PT Astra InternasionalTbk (ASII). Tercatat investor asing melakukan jual bersih di saham ASII sebanyak Rp 2 triliun pada kuartal pertama 2021. Aksi jual asing di saham ASII ini menyebabkan harga saham terdepresiasi 10,83% pada periode yang sama.

Asing melego saham ASI setelah perseroan melaporkan kinerja keuangan tahun 2020 yang kurang memuaskan. Laba bersih ASII tercatat terkontraksi 25,5% dari Rp 21,7 triliun di 2019 menjadi hanya Rp 16,1 triliun di tahun 2020.

Akan tetapi ternyata apabila ditelisik lebih mendalam, laba bersih ASII pada 2020 dihitung setelah keuntungan dari divestasi aset berupa kepemilikan di PT Bank Permata Tbk (BNLI) diikutsertakan. Astra bersama Standard Chartered menjual seluruh porsi sahamnya kepada Bangkok Bank.

Nah, apabila keuntungan dari divestasi tersebut tidak diikutsertakan maka laba bersih ASII hanya Rp 10,28 triliun atau anjlok hingga 52,62% dibandingkan dengan tahun 2019.

Baca:

Catat! 8 Aksi Emiten Pekan Ini: Dividen BNI-ISAT Lego Menara

Posisi kedua saham yang paling banyak dilego asing jatuh kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang dijual bersih asing sebanyak Rp 1,5 triliun dalam tiga bulan pertama tahun 2021 dan menyebabkan sahamnya terkontraksi 6,04%.

Saham ICBP dilego asing karena lini sektor usaha utama ICBP yang bergerak dibidang barang-barang konsumsi menjadi tidak menarik di tahun 2021 yang digadang-gadang akan menjadi tahun pemulihan ekonomi. Hal ini karena sektor barang-barang konsumsi biasanya bersifat defensif dan bukan siklikal sehingga ketika roda perekonomian kembali pulih, sektor ini tidak banyak diuntungkan.

Diposisi ketiga terdapat saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa efek lokal yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang dilego asing sebanyak Rp 950 miliar pada Q1 2021. Akibat aksi jual asing ini saham BBCA terkoreksi 7,43% pada periode yang sama.

Terakhir diposisi ketiga dan keempat terdapat saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang masing-masing dilepas asing sebesar Rp 618 miliar dan Rp 348 miliar. Meskipun dijual asing besar-besaran, kedua saham tersebut masih bisa terapresiasi 5,68% dan 9,62% dalam tiga bulan terakhir.

TIM RISET INDONESIA

[Gambas:Video ]

(trp/hps)