Sel. Mei 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Ini 10 Kabar Penting untuk Bantu Cari Cuan Jelang Weekend

Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Sejumlah emiten mulai menyampaikan rilis kinerja perusahaan untuk periode kuartal I-2021 jelang akhir pekan ini. Selain itu, ada juga kabar pembagian dividen yang membuat investor tetap optimistis.

Namun tak semua soal kabar baik. Ada juga emiten yang saat ini tengah didera kabar kurang enak hingga rencana restrukturisasi utangnya yang tersendat.

Indonesia telah merangkum sembilan peristiwa untuk menjadi bahan pertimbangan sebelumnya perdagangan Jumat (23/4/2021) dibuka.

1. Utang Menggunung, Sritex Ajukan Moratorium Hingga Singapura

Perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)/Sritex tengah mengajukan moratorium atas obligasi yang diterbitkan oleh anak usahanya Golden Legacy Pte Ltd di Singapura.

Permintaan moratorium ini akan dilakukan pre-trial conference pada 27 April 2021 mendatang di The Singapore High Court, berdasarkan dokumen yang diperoleh Indonesia.

Adapun pengajuan ini didasarkan pada atas pasal 64 dari Undang-Undang No. 40 Tahun 2018 Tentang Kepailitan, Restrukturisasi dan Pembubaran (Insolvency, Restructuring and Dissolution Act 2018/IRDA) milik pemerintah Singapura.

Baca:

Wall Street Tumbang? Gak Papa! Justru Kabar Baik buat IHSG

2. Lagi Pandemi, Begini Kinerja Jualan Properti Q1 Grup Sinarmas

Emiten properti Grup Sinarmas, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pra penjualan atau marketing sales sebesar Rp 2,5 triliun pada 3 bulan pertama 2021.

“Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 38% dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Dengan demikian kami telah mengamankan 35% dari target pra penjualan 2021 yakni Rp7 triliun,” papar Hermawan Wijaya, Direktur BSDE, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan, membaiknya kinerja penjualan unit-unit properti BSDE tidak lepas dari beberapa faktor seperti program stimulus di bidang properti seperti pembebasan PPN dan DP 0% oleh regulator serta program marketing perseroan secara nasional bertajuk “Wish fo Home”, yang menawarkan berbagai tambahan diskon dan bonus.

3. AALI Siap Bagi Dividen Rp 294 M, Catat Besok Cum Date-nya!

Anak usaha Grup Astra di sektor perkebunan kelapa sawit (CPO), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menebar dividen tunai final perusahaan untuk laba bersih tahun 2020.

Setelah disetujui Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (14/4/2021), AALI akan membagikan dividen tunai senilai Rp 153/saham. Adapun, total nilai dividen ini sebesar Rp 294,48 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (22/4), tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi berlangsung pada Jumat besok, 23 April 2021.

Baca:

Transaksi Sepi, Asing Borong Saham ASII & Obral Saham TAPG

4. Top! Laba Bersih BCA Melonjak 7% Jadi Rp 7 T di Q1

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang triwulan I 2021, serta posisi permodalan dan likuiditas berada pada posisi yang sehat melewati setahun pandemi Covid-19.

Berdasarkan paparan resmi manajemen, BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,04 triliun pada 3 bulan pertama tahun ini, tumbuh 7% secara tahunan (YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp 6,58 triliun.

Sejalan dengan perekonomian yang berangsur pulih dari pandemi, portofolio total kredit dan obligasi korporasi telah relatif stabil sejak Desember 2020, mencapai Rp 610 triliun per 31 Maret 2021.

5. Gudang Garam Buka-bukaan Soal Gugatan ke Rokok Gudang Baru

PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menggugat pemilik perusahaan rokok Gudang Baru, H. Ali Khosin, karena merek dagang yang dianggap menyerupai. Gugatan ini dilayangkan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, pada 22 Maret 2021.

Hal ini dibenarkan oleh pihak Gudang Garam terkait pengajuan gugatan pembatalan merek milik Gudang Baru. Dalam keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan Heru Budiman mengatakan latar belakang dan kronologis gugatan perusahaan adalah meski sudah ada perkara merek sebelumnya yang memenangkan perusahaan, Gudang Baru tetap menggunakan merek tersebut.