Ini 8 Kabar Penting Pagi Ini, Referensi Sebelum Berburu Cuan

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Sempat dibuka menguat di awal perdagangan, laju bursa saham domestik akhirnya berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa kemarin (23/3/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,77% ke level 6.252,71 poin dengan nilai transaksi Rp 10,97 triliun dengan aksi jual pelaku pasar asing sebesar Rp 21,83 miliar.

Meski imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menunjukkan penurunan, pelaku pasar asing tampaknya masih menghindari aset berisiko di negara berkembang. Investor fokus ke pasar obligasi AS.

Pada perdagangan hari ini, IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dipicu koreksi di pasar saham Amerika Serikat (AS). Namun sebelum bertransaksi, cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia sebelum memulai perdagangan Rabu ini (24/3/2021):

1. Induk SCTV Mau Private Placement Rp 9,2 T, Catat Jadwalnya

Induk perusahaan media SCTV, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek, mengumumkan rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Dalam pengumuman yang disampaikan Direksi Emtek, jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam private placement ini sebanyak 4,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp 1.954 per saham. Dengan demikian, dari private placement ini, EMTK bakal meraih dana segar sebesar Rp 9,29 triliun.

Jumlah ini mengalami penurunan dari rencana private placement yang semula disampaikan perseroan sebanyak 5,64 miliar saham. Terkait aksi korporasi ini, Emtek juga sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada tanggal 18 Februari 2021, dalam rangka pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

2. BNI Bakal Terbitkan Obligasi Subordinasi Rp 7 T

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berencana untuk menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) dengan nilai penerbitan hingga US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Obligasi ini digunakan untuk memenuhi ketentuan kecukupan modal berdasarkan ketentuan Basel III yang sejalan dengan langkah Basel Committee on Banking Supervision (BCBS).

Adapun penerbitan ini diketahui dari laporan Fitch Ratings yang mengomentari mengenai rencana penerbitan ini. Lembaga pemeringkat ini telah memberikan rating BB (EXP) untuk instrumen yang akan diterbitkan oleh Bank Negara Indonesia. Dana hasil penerbitan obligasi ini oleh BNI akan digunakan untuk tambahan pendanaan dan keperluan umum perusahaan.

3. Begini Ending PKPU Sentul City, Siapa yang Menang?

Emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL), mengumumkan berakhirnya Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menurut Presiden Direktur Sentul City, Tjetje Muljanto berakhirnya PKPU tersebut lantaran majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah mengesahkan perjanjian perdamaian 9 Maret 2021 yang telah ditandatangani oleh Debitor PKPU, Tim Pengurus dan Hakim Pengawas.

Poin putusan PN Jakarta Pusat tersebut menghukum debitor PKPU dan para kreditornya untuk tunduk dan melaksanakan isi perjanjian perdamaian tertanggal 9 Maret 2021.

“Menyatakan, penundaan kewajiban pembayaran utang dengan nomor perkara perkara 24/Pdt.sus-PKPU/2021/PN.Niaga.JKT.PST, demi hukum berakhir,” kata Tjetje, dalam pengumumannya, Selasa (23/3/2021).

4. BNBR Private Placement 298 Juta Saham Baru

Emiten induk dari grup Bakrie, PT Bakrie and Brothers Tbk. (BNBR) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Berdasarkan keterangan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa ini (23/3/2021), penerbitan ini sejalan dengan penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) dan atau saham biasa seri D yang telah disetujui para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) BNBR pada 12 Juli 2017.

Emiten yang dipimpin oleh Anindya Bakrie ini akan menerbitkan sebanyak 297.811.781 saham biasa seri D dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Adapun agenda private placement ini yakni penerbitan saham baru akan dilakukan pada 26 Maret 2021, tanggal pencatatan saham baru private placement pada 29 Maret 2021, dan pemberitahuan hasil pelaksanaan private placement 31 Maret 2021.