Daily Berita

Berita Indonesia Terbaru Hari Ini | Today's Latest Indonesia News

Iran Kena Lagi Deh, Di ‘Bom’ Sanksi Baru AS

Jakarta, Indonesia – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberlakukan sanksi baru pertama terhadap Iran. Negeri Paman Sam menargetkan dua interogator atas tuduhan pelecehan terhadap tahanan.

Sanksi dari Biden akan melarang dua pejabat tinggi dan keluarga mereka mengunjungi AS. Ini berbeda dengan hukuman besar-besaran AS sebelumnya yang menyasar ekonomi Iran di masa Donald Trump berkuasa.

Baca:

Siap-siap ‘Kejutan’ Duet Maut Xi Jinping-Biden di Alaska

Kedua pejabat itu adalah Ali Hemmatian dan Masoud Safdari. Mereka tergabung dalam Korps Pengawal Revolusi Islam, unit kuat yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Trump.

Mereka disebut terlibat dalam penyiksaan atau perlakuan tidak manusiawi lainnya terhadap tahanan politik. Ini terjadi selama protes 2019-2020.

Baca:

Awas Iran Ngamuk, Ancam Runtuhkan 2 Kota Israel

“Kami akan terus mempertimbangkan semua alat yang tepat untuk membebankan biaya pada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran dan pelanggaran hak asasi manusia di Iran,” kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan pada Selasa (9/3/2021), dikutip dari AFP.

“AS akan menuntut pemerintah Iran memperlakukan rakyatnya dengan hormat dan bermartabat,” ujarnya lagi.

Langkah itu dilakukan ketika Iran mengupayakan pencabutan sanksi yang diberlakukan oleh Trump. Termasuk upaya untuk memblokir semua ekspor minyaknya, sebelum kembali ke kepatuhan penuh pada perjanjian denuklirisasi 2015 yang dihancurkan oleh pemerintahan Trump.

Biden mendukung kembalinya diplomasi dengan Iran tetapi juga bersikeras bahwa dia akan menjadikan hak asasi manusia sebagai prioritas. Hal senada juga ditegaskan Biden ke sekutu AS di Timur Tengah seperti Arab Saudi.

Blinken juga mendesak Iran untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang peringatan 14 tahun hilangnya Bob Levinson, mantan agen FBI. Ia diyakini ditawan secara tak adil di Iran

“Kami menyerukan kepada pemerintah Iran untuk memberikan jawaban yang dapat dipercaya atas apa yang terjadi pada Bob Levinson dan untuk segera dan dengan aman membebaskan semua warga AS yang ditawan secara tidak adil di Iran,” jelas Blinken.

Levinson, yang akan berusia 73 tahun pada hari Rabu, menghilang pada tahun 2007 di pulau Kish di Iran. Ia dikatakan tengah menyelidiki penyelundupan rokok, meskipun sebuah laporan kemudian mengatakan dia telah melakukan misi CIA.

Pemerintahan Trump mengatakan pada bulan Desember bahwa mereka telah menyimpulkan bahwa Levinson kemungkinan tewas. Iran bertanggung jawab.

Setidaknya empat orang Amerika lainnya diyakini ditahan atau dilarang meninggalkan Iran. Ini termasuk Baquer Namazi, mantan pejabat UNICEF berusia 84 tahun, dan putranya yang merupakan seorang pengusaha.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)