Ming. Mei 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Jelang Pengumunan PDB RI, Duh…IHSG Bakal Anjlok Lagi?

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta,  Indoensia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menghentikan pelemahan 2 hari beruntun Selasa kemarin. Namun, pada perdagangan hari ini, Rabu (5/5/2021) risiko IHSG kembali merosot cukup besar.

IHSG kemarin sukses menguat 0,19% ke 5.963,82 setelah sempat melemah 0,34% di awal perdagangan. Investor asing yang melakukan beli bersih (net buy) senilai Rp 209,7 miliar di pasar reguler menjadi salah satu pemicu IHSG berbalik arah.

Namun, merosotnya bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street bisa memberikan dampak negatif ke pasar Asia termasuk ke IHSG. Indeks Dow Jones memang menguat tipis 0,06%, tetapi S&P 500 dan Nasdaq merosot 0,67% dan 1,88%.

Salah satu pemicu merosotnya Wall Street adalah Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, yang menyatakan suku bunga harus naik agar perekonomian tidak mengalami overheating.

Baca:

Gak Nyangka, Asing Kepincut Borong 10 Saham Non-Bank Ini!

“Mungkin suku bunga harus naik untuk memastikan bahwa ekonomi kita tidak overheating,” kata Yellen dalam percakapan yang direkam sebelumnya dengan The Atlantic, dikutip Internasional.

Sementara itu dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data pertumbuhan ekonomi domestik periode kuartal I-2021. Konsensus pasar yang dihimpun Indonesia memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi atau tumbuh negatf 0,87% pada tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Artinya, kontraksi ekonomi akan terjadi dalam empat kuartal beruntun alias tepat setahun. Indonesia masih terjebak di ‘jurang’ resesi ekonomi.

Secara teknikal, IHSG meski menguat kemarin tetapi level 6.000. IHSG juga membentuk pola Descending Triangle, yang merupakan pola bearish atau tren menurun.

IHSG sempat melewati garis atas yang sebenarnya bisa memicu momentum penguatan, sayangnya kembali ke bawahnya dan kembali tertekan.

Sementara Batas bawah pola tersebut berada di kisaran 6.890 yang akan menjadi support kuat.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv 

Stochastic pada grafik harian bergerak naik meski masih jauh dari wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Sementara stochastic pada grafik 1 jam bergerak turun dan nyaris berada di wilayah oversold.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv 

Belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan dibandingkan analisis teknikal kemarin. IHSG masih berada di dekat support 5.950, jika ditembus ada risiko berlanjutnya penurunan ke kisaran 5.920. Jika level tersebut dilewati, IHSG bersiko merosot ke batas bawah pola Descending Triangle 5.890.

Sementara jika bertahan di atasnya 5.950, IHSG berpeluang naik ke 6.000, sebelum menuju 6.030.

TIM RISET  INDONESIA 

Baca:

Simak ya! 10 Kabar Emiten, Ada KFC hingga ‘THR’ Lo Kheng Hong

[Gambas:Video ]

(pap/pap)