Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Kilang Pertamina Balongan Meledak, Adakah Dampak ke Elnusa?

Minyak Balongan Meledak

Jakarta,  Indonesia – Kebakaran melanda kilang Pertamina Balongan di Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021). Kebakaran terjadi sejak pukul 00.45 dini hari. Namun hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan. Api belum juga padam sepenuhnya.

“Upaya pemadaman masih fokus dilakukan,” kata Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, saat dihubungi Indonesia.

“Lama karena adanya isi material … yang terbakar adalah tangki produk.”.

Lantas adakah pengaruh bagi saham anak usaha Pertamina di pasar modal pada perdagangan Senin awal pekan ini?

Pertamina punya 41,10% saham PT Elnusa Tbk (ELSA) atau setara dengan 3 miliar saham per Desember 2020, sementara sisa saham ELSA dipegang Dana Pensiun Pertamina 14,90% atau setara 1,09 miliar saham, dan publik 44%.

Baca:

Kilang Pertamina Balongan Meledak & Terbakar, 4 Luka Bakar

Data BEI mencatat saham ELSA pada perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (26/3/2021), saham ELSA naik 1,66% di Rp 368/saham.

Dalam sepekan terakhir, saham ELSA masih minus 3,16% dan sebulan juga masih terkoreksi 8,46%. Year to date, saham ELSA cuma naik 4,55% dengan kapitalisasi pasar Rp 2,69 triliun.

Sepekan asing keluar dari saham ELSA sebesar Rp 17 miliar di pasar reguler, dan sebulan terakhir asing keluar Rp 50,84 miliar.

Dari sisi kinerja, emiten jasa hulu migas ini membukukan pendapatan sebesar Rp 7,73 triliun pada 2020, turun sebesar 7,85% dari Rp 8,38 triliun pada tahun sebelumnya.

Sementara, pada tahun lalu laba bersih merosot 30,12% menjadi Rp 249,08 miliar dari Rp 356,47 miliar pada 2019.

Pendapatan ELSA pada 2020 berasal dari pihak ketiga dan pihak berelasi. Untuk pihak ketiga, jasa distribusi dan logistik energi menyumbang Rp 1,15 triliun. Kemudian, jasa hulu migas terintegrasi mencatatkan kontribusi sebesar Rp 336,04 miliar. Ketiga, dari jasa penunjang migas pendapatan tercatat sebesar Rp 171,98 miliar.

Adapun dari pihak berelasi, jasa distribusi dan logistik energi berkontribusi Rp 2,26 triliun. Kedua, jasa hulu migas terintegrasi membukukan pendapatan Rp 3,45 triliun. Terakhir, jasa penunjang migas menyumbang Rp 355,38 miliar.

Sementara itu, porsi penjualan ELSA terbesar pada tahun lalu tercatat ke sang induk Pertamina dengan nilai pendapatan Rp 2,69 triliun. Lalu, pelanggan kedua ELSA yakni, PT Pertamina EP, menyumbang Rp 1,28 triliun.

Kemudian, di posisi ketiga dan keempat untuk porsi penjualan perusahaan, ada PT Pertamina Hulu Indonesia yang mencatatkan Rp 949,58 miliar dan PT Pertamina Hulu Energi sebesar Rp 839,27 miliar.

Februari lalu, Dana Pensiun Pertamina juga mengurangi kepemilikan saham Elnusa. Penjualan saham ini dilakukan dalam tiga tahap dalam dua pekan terakhir, menyisakan kepemilikan menjadi sebesar 10%.

Baca:

Kilang Minyak Balongan Kebakaran, BBM Jakarta-Jabar Aman?

Divestasi dilakukan pada 9, 17 dan 18 Februari 2021 lalu dengan harga penjualan Rp 401/saham.

Dapen Pertamina melepas sebanyak 100.067.000 saham, mengurangi dari 829.848.000 saham menjadi 729.781.000 saham atau setara dengan 11,4% menjadi 10%. Dari penjualan ini mendapatkan dana sebanyak Rp 40,12 miliar.

Terkait dengan kebakaran di Indramayu, belum ada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) soal relasi dampak ini.

Sementara itu dalam rilis yang didapat Indonesia, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti. Namun pada saat kejadian sedang turun hujan deras disertai petir.

Saat ini juga tengah dilakukan normal shutdown untuk pengendalian arus minyak. Termasuk mencegah perluasan kebakaran.

“Pertamina telah menyiapkan tempat untuk evakuasi dan pengungsian sementara bagi warga sekitar di GOR Perumahan Bumi Patra dan Pendomo Kabupaten Indramayu,” tulis siaran pers Pertamina.

“Pertamina meminta warga sekitar untuk tetap tenang, dan menjauh dari lokasi kebakaran.”

Baca:

Ingat! Pagi Ini Ada Listing Hotel Danau Sunter, Cek Harganya

[Gambas:Video ]

(tas/tas)