Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Kode Broker Mau Dicoret, Eks Dirut Bursa: Ini Salah Kaprah!

Direktur Utama Bursa Efek Jakarta periode 1991-1996, Hasan Zein Mahmud. (CNN Indonesia/Giras Pasopati)

Jakarta,  Indonesia – Para pelaku pasar bersuara terkait dengan rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan menghapus kode broker saham dan tipe investor saat perdagangan berlangsung mulai Juli tahun ini.

Hasan Zein Mahmud, Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode pertama (1991-1996), menilai rencana otoritas bursa itu berpotensi menurunkan kualitas transparansi dan level playing field pelaku pasar.

“Bagi para traders, info para broker adalah relevant and sensitive information,” kata Dirut Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) era 2003 ini.

Dia menegaskan, asalan BEI menerapkan kebijakan tersebut lantaran adanya herding behavior alias perilaku menggiring (ikut-ikutan) juga dinilai tidak tepat. Justru herding behavior juteru bisa dikurangi bila para buzzers, para pom-pom, para influencers itu, ditampilkan di depan publik, dibuat aturan tata cara dan kode etik, serta diatur dan diminta register.

Baca:

Pompom Saham Merajalela, 5.000 Investor Ritel Teken Petisi!

“Salah kaprah paling parah di pasar modal Indonesia adalah menyamakan bandar danmarket makers,” tegasnya.

Menurut dia, market makers atau penggerak pasar itu adalah profesi jelas dan terang benderang.

“Bandar itu makhluk halus. Market makers itu registered, punya aturan, diawasi, punya kode etik. Bandar adalah pencari lobang, pembuat lobang.”

Dia mengatakan di Bursa Nasdaq AS investor bertransaksi lewat market makers. Obligasi pemerintah (Treasuries) diperdagangkan lewat market makers. Semua primary dealers di pasar perdana wajib menjadi market makers di pasar sekunder, sehingga harga surat utang pemerintah federal tersebut menjadi sangat likuid, harganya transparan dan transaksinya fair.

“Di NYSE [bursa AS] ada market maker yang disebut specialist. Specialists itu menyediakan likuiditas, bertindak sebagai traders of the last resort dan menjaga kewajaran harga,” tegasnya.

NEXT: Alasan penolakan

Baca:

Kode Broker Dihapus! Bandar Happy, Bisa Makin Hengki Pengki