Sab. Apr 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

‘Lawan’ WHO, China Tolak Beri Data Kasus Covid-19

In this  Feb. 18, 2020, photo, COVID-19 patients watch television as a medical staff member walks near in a temporary hospital converted from an exhibition center in Wuhan in central China's Hubei province. The hospital, one of the dozen of its kind built in Wuhan, hosts COVID-19 patients with mild symptoms. (Chinatopix via AP)

Jakarta, Indonesia – China menolak memberikan data mentah terkait kasus awal Covid-19 kepada tim yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Melansir Reuters, berdasarkan informasi dari salah satu penyelidik tim, aksi ini berpotensi mempersulit upaya untuk memahami awal mulai wabah ini dimulai.

“Tim sebelumnya telah meminta data mentah pasien pada 174 kasus teridentifikasi yang terjadi pada fase awal pandemi di Kota Wuhan, China namun tim hanya diberikan data ringkasan”, kata Dominic Dwyer, Pakar Penyakit Menular yang merupakan anggota tim, dikutip Indonesia, Minggu (14/2/2021).

Dwyer menjelaskan, data mentah yang diinginkan dikenal sebagai “line listings” yang biasanya dianonimkan, tapi berisi rincian seperti pertanyaan apa yang diajukan kepada pasien secara individu, respon pasien dan bagaimana tanggapan mereka ketika dianalisis.

“Itu adalah praktik standar untuk penyelidikan wabah”, kata Dwyne.

Baca:

Bukan Kelelawar, Hewan Ini Asal Usul Corona Versi China

Ia mengatakan, memperoleh akses data ke data mentah sangatlah penting. Sebab, dari 174 kasus awal, hanya separuh pasien saja yang terpapar setelah pergi ke pasar Huanan, yang merupakan pusat makanan laut grosir di Wuhan kini yang telah ditutup sebagai awal terdeteksinya Covid-19.

“Itu sebabnya kami bersikeras meminta (data) itu. Mengapa itu tidak terjadi, saya tidak bisa berkomentar. Entar itu karena alasan politik atau waktu namun apakah ada alasan lain mengapa datanya tidak tersedia, kami tidak tahu. Seseorang hanya berspekulasi”, ujarnya.

Sementara otoritas China memberikan banyak bahan, ia menyebut bahwa permasalahan akses data mentah pasien akan dibawa pada laporan akhir tim.

“Orang-orang WHO pasti merasa mereka telah menerima lebih banyak data daripada yang pernah mereka terima di tahun sebelumnya. Jadi itu sudah merupakan kemajuan tersendiri”, sebut Dwyer.

Ia menambahkan, temuan tim WHO dirilis paling cepat pekan depan, dimana tim WHO yang diutus untuk menyelidiki asal mula Covid-19 tiba di Wuhan, China pada 14 Januari silam. Tim ini telah menghabiskan wakti empat minggu dengan pembatasan kunjungan yang dilakukan oleh China sebagai tuan rumah.

Penyelidikan sejauh ini terganggu dengan adanya penundaan, kekhawatiran atas akses dan perseteruan antara Beijing dan Washington yang menuduh China menyembunyikan awal mula terjadinya pandemi dan mengkritik ketentuan China terkait pembatasan kunjungan.

Baca:

Duh, Peneliti Ungkap Gejala Aneh Terbaru dari Penderita Covid

[Gambas:Video ]

(hps/hps)