Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Makin Tegang, China Terjunkan 10 Bomber ke Laut China Selatan

Tanker pengisian bahan bakar udara-ke-udara IL-78 Angkatan Udara Rusia, kanan, mendemonstrasikan pengisian bahan bakar pembom strategis Tu-160 di atas Lapangan Merah selama parade militer Hari Kemenangan untuk merayakan 73 tahun sejak akhir PD II dan kekalahan Nazi Jerman, di Moskow, Rusia, Rabu, 9 Mei 2018. (Foto AP / Alexander Zemlianichenko)

Jakarta, Indonesia – Sebanyak 10 bomber China diterjunkan China ke Laut China Selatan (LCS) pekan ini. Mereka mengambil bagian dalam latihan serangan maritim.

Ini dilakukan segera setelah adanya peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) dan sekutu di jalur perairan yang disengketakan tersebut.Pakar militer mengatakan latihan yang melibatkan pembom H-6J paling canggih milik Angkatan Laut China.

Baca:

Geger Dunia! AS-Saudi ‘Pecah’, Raja Salman Ngamuk ke Biden

China Central Television (CCTV) juga mengungkapkan rincian latihan ini. Masuknya kapal perusak AS yang transit di Selat Taiwan menjadi penyebab.

CCTV mengatakan lebih dari 10 kapal bomber mengambil bagian dalam latihan setelah liburan Tahun Baru Imlek. Ini kemudian diidentifikasi oleh tabloid nasional China, Global Times, sebagai H-6J yang dapat membawa hingga enam rudal jelajah anti-kapal.

Baca:

Ramai-ramai Negara Barat ‘Kepung’ China di LCS, Mau Perang?

Pensiunan kolonel militer China (PLA) Yue Gang mengatakan latihan itu bertujuan untuk melawan operasi AS pada bulan Februari ini. Termasuk operasi ganda oleh kapal induk AS Theodore Roosevelt dan Nimitz, bersama dengan kelompok penyerang mereka, di LCS.

“Ini untuk menunjukkan bahwa militer China mampu melawan dan mengikuti apa yang AS lakukan, dan mengendalikan situasi,” kata Yue dimuat South China Morning Post dikutip Sabtu (27/2/2021).

Zhang Chunhui, juru bicara Komando Teater Timur PLA, mengatakan angkatan laut dan udara telah dikerahkan untuk mengikuti dan memantau kapal perusak tersebut

“Pasukan tetap waspada dan siap untuk melawan semua ancaman dan provokasi kapan saja,” katanya.

Beijing telah berulang kali memprotes operasi militer AS di LCS dan Selat Taiwan. China menuduh AS melanggar kedaulatannya dan memicu ketegangan.

China mengklaim 80% wilayah LCS. Ini membuatnya kerap jadi bersitegang dengan sejumlah negara tetangga, termasuk ASEAN.

AS dan sekutu barat kemudian masuk untuk ‘membela’ kepentingan navigasi. LCS sendiri merupakan laut kaya sumber daya alam termasuk migas dan jalur pelayaran sibuk dunia.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)