Jum. Mar 5th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Mau Banget Trading? Simak 5 Top Gainers-Losers Kemarin

Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis saja dan belum mampu menutup perdagangan di level 6.300. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini melanjutkan penguatan pada Jumat lalu (19/2/2021) dengan menguat tipis 0,38% ke posisi 6.255,31 pada penutupan sesi II perdagangan, Senin (22/2/2021).

Data BEI, ada saham 239 naik, 224 saham merosot dan 180 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,06 triliun dan volume perdagangan mencapai 16,37 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 516,48 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan net sell di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 124,59 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi II pada perdagangan Senin kemarin.

Top Gainers

  1. Bank Jago (ARTO), saham +16,27% Rp 10.900, transaksi Rp 242,63 M
  2. Mahaka Radio Integra (MARI), +10,47% Rp 190, transaksi Rp 88,14 M
  3. Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (AGRO), +9,91% Rp 1.275, transaksi Rp 623,31 M
  4. Digital Mediatama Maxima (DMMX), +8,70% Rp 450, transaksi Rp 47,91 M
  5. Merdeka Copper Gold (MDKA), +7,60% Rp 2.830, transaksi Rp 772,96 M
Baca:

Saham Emiten Grup Sandi Uno Tiba-tiba Ngamuk, Efek Traveloka?

Saham Bank Jago masih memimpin penguatan saham-saham di BEI. Bahkan dalam sepekan saham Bank Jago naik 42%, sebulan naik 70% dan year to date atau tahun berjalan melesat 231% dengan kapitalisasi Rp 118 triliun. 

Berikutnya saham MARI, emiten Grup Mahaka yang mengelola radio-radio di Tanah Air. MARI sebelumnya disebutkan akan memperluas pangsa pasar industri dengan masuk ke platform teknologi on demand.

Emiten yang didirikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir ini telah mendapatkan komitmen dari tiga perusahaan modal ventura untuk memperkuat teknologi platform konten audio Noice yang dikelola PT Mahaka Digital Inovasi.

NEXT: Top Losers

Baca:

Hantu di Pasar Saham Kini Bukan Lagi Resesi, Tapi Obligasi!