Sab. Apr 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Menperin ‘Pede’ Ekonomi RI Tumbuh 5,5% Tahun Ini, Alasannya?

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (CNBC Indonesia/Efrem Siregar)

Jakarta, Indonesia – Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi masih menghadapi ketidakpastian. Namun, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan menyentuh 5,5%.

“Dengan berbagai kombinasi kebijakan dan peluang yang kita manfaatkan secara optimal, maka diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh di sekitaran atau kisaran 4,5 hingga 5,5% di tahun 2021,” katanya di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Pilihan Redaksi
  • ESDM: Gerakan Tanah & Banjir Bandang Bagai ‘Ibu’ dan ‘Anak’
  • Gokil! RI Janjikan Tax Holiday Pabrik Tesla Sampai 20 Tahun
  • Cuma ‘Orang Kesehatan’ Bisa Bereskan Krisis Ekonomi Kali Ini

Agus menyatakan bahwa target tersebut sejalan dengan proyeksi pertumbuhan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional. Misalnya, OECD yang memproyeksi ekonomi global pada 2021 tumbuh sebesar 4,0%.

Sedangkan, ADB memperkirakan di angka 5,3%, dan IMF membidik 5,2%. Selain itu, World Bank memprediksi ekonomi global pada tahun depan bakal berada di kisaran 4,4% dan Bloomberg Median memasang target sekitar 5,6%.

“Sementara untuk outlook APBN, yang sudah ditetapkan pertumbuhannya sebesar 5,0%,” jelas Agus.

Langkah untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan. Antara lain melakukan pengadaan dan pemberian vaksin kepada masyarakat.

Game changer pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi adalah pelaksanaan vaksinasi itu sendiri,” katanya lagi.

“Tak hanya itu, pemerintah akan melakukan penyusunan daftar prioritas investasi (DPI) serta pembentukan lembaga pengelola investasi atau LPI.”

Sedangkan untuk pengungkit pertumbuhan ekonomi lainnya, adalah program ketahanan pangan, pengembangan kawasan industri, mandatori B30. Termasuk program padat karya.

“Tentu yang tidak kalah penting adalah program pengembangan ekonomi digital,” tandasnya.

Ia menyatakan bahwa optimisme dalam memanfaatkan peluang-peluang pemulihan ekonomi tersebut, didasari dengan strategi pemulihan ekonomi melalui kebijakan dan program yang telah disusun oleh pemerintah.

“Tentunya bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan adalah mutlak, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih cepat kembali bangkit pada tahun 2021 ini,” tegasnya.

Agus menambahkan, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk memacu pemulihan ekonomi di tahun 2021. Hal ini sejalan dengan kondisi ekonomi global yang menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan di tengah ancaman gelombang kedua Covid-19.

“Modal yang cukup kuat yang dimiliki oleh Indonesia adalah terkait dengan upaya pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Pemulihan ekonomi sudah dapat dilihat misalnya dari aktivitas manufaktur di negara-negara maju dan berkembang, yang menunjukkan pada fase ekspansif. Ia mengklaim geliat manufaktur juga terjadi di Indonesia yang terdorong dari peningkatan diferensiasi industri.

“Hal ini mengindikasikan adanya optimisme pelaku sektor bisnis terhadap kondisi perekonomian ke depan,” paparnya.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)