Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Mi Instan Ini Cetak IPO Terbesar se-ASEAN, CEO-nya Indonesia!

Jakarta, Indonesia – Bukan bank, teknologi, atau perusahaan tambang yang mampu mencatatkan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) terbesar di Bursa Efek Filipina (Philippine Stock Exchange), Manila, tapi perusahaan biskuit Monde Nissin, milik keluarga Indonesia-Filipina.

Monde Nissin, produsen mi instan Lucky Me!, merek ikonik di Asia Tenggara yang bersaing dengan brand Indomie milik PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), berhasil tercatat di perdagangan Bursa Filipina, pada Selasa (1/6/2021).

Produsen makanan olahan daging Quorn ini akhirnya go public di Filipina dengan mengumpulkan dana IPO 48,6 miliar peso Filipina atau sekitar US$ 1 miliar (setara dengan Rp 14,30 triliun, kurs Rp 14.300/US$).

Menurut Dealogic, IPO Moden Nissin ini menandai penawaran umum perdana terbesar di negara itu, dan masuk dalam daftar perusahaan makanan dan minuman terbesar di Asia Tenggara.

Baca:

Sayonara Mei! Ini Deretan 10 Saham Paling Laris Trading

“Sebagian besar dana IPO akan digunakan untuk meningkatkan produksi barang-barang konsumen perusahaan, terutama Quorn, kata CEO Henry Soesanto, dikutip CNN Business, Rabu (2/6/2021).

Henry adalah orang Indonesia dan menjadi petinggi di beberapa perusahaan grup di antaranya di Monde Land, Inc., Monde Rizal Properties, Inc., Monde Nissin Singapore Pte. Ltd., Monde Nissin UK Ltd., Monde Nissin International Investments Ltd., Monde Nissin Holdings (Thailand) Ltd., Monde Nissin New Zealand Limited, All Fit & Popular Foods Inc. Dia adalah lulusan Institut Teknologi Surabaya, sebagaimana dikutip dalam situs resmi Monde Nissin.

Monde Nissin mengakuisisi merek ayam ‘tanpa daging’ yakni Quorn yang berbasis di Inggris pada 2015 seharga £550 juta atau sekitar US$ 847 juta pada saat itu, atau sekitar Rp 12 triliun. Quorn merupakan ‘daging’ yang berasal dari jamur yang difermentasi.

Dengan ruang protein alternatif yang siap untuk pertumbuhan eksplosif selama 10 tahun ke depan, “kami tidak ingin melewatkan kesempatan itu,” kata Soesanto kepada CNN Business dalam sebuah wawancara dari Manila.

“Kami pikir [peningkatan] kapasitas [produksi] sangat penting untuk dua hingga tiga tahun ke depan, setidaknya untuk tumbuh dengan kecepatan yang sama dengan sektor ini.”

Perusahaan juga ingin meningkatkan penjualan mi instannya di Asia, yang digambarkan sebagai “bisnis inti” mereka.

Menurut Soesanto, meski sudah lama menjadi pemimpin pasar di Filipina, riset menunjukkan konsumsi negara dalam kategori tersebut yakni mi instan masih relatif lebih rendah dibandingkan negara tetangganya.

Dia mengatakan rata-rata pelanggan di sana hanya makan sekitar 36 bungkus mi per tahun, sedangkan di Vietnam dan Indonesia biasanya mengonsumsi sekitar 50 bungkus.

Monde Nissin hadir di lebih dari 30 negara, dan menjadikan Filipina dan Thailand sebagai salah satu pasar utamanya.

Di tahun-tahun mendatang, ia berencana untuk meningkatkan ekspornya ke pasar yang ada di seluruh Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah dan Asia, dan menjelajah ke negara-negara baru, termasuk Jepang, Indonesia dan Vietnam, menurut prospektusnya.

“Kami hanya ingin masuk ke konsumen, Mengapa beberapa konsumen tidak makan mie,” kata Soesanto. “Kami masih melihat potensi pertumbuhan.”

Salah satu cara perusahaan berencana untuk mengatasinya adalah dengan menawarkan pilihan yang lebih sehat. Misalnya, baru-baru ini perusahaan mengurangi jumlah minyak dalam mi hingga 70%, sambil mempertahankan rasanya.

Monde Nissin juga mempertimbangkan kemungkinan listing ganda nanti. Perusahaan tidak mengesampingkan gagasan penawaran sekunder di bursa saham Inggris, di mana Nissin memegang sekitar seperempat dari portofolionya.

“Saya tidak bisa mengatakannya sedini sekarang, tapi semuanya mungkin [dual listing di Inggris],” kata Soesanto.

“Bisa jadi London, bisa jadi AS, tapi kita tidak tahu kapan.”

Saham perusahaan, yang terdaftar di Bursa Efek Filipina di bawah simbol ticker “Monde,” dan listing pada pukul 12:45. waktu setempat pada Selasa kemarin.

Baca:

Kabar Baik! PMI Manufaktur RI Rekor Lagi, IHSG Tembus 6.000?

[Gambas:Video ]

(tas/tas)