Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Momentum Meredup dan PSBB Ketat Lagi, IHSG ke Bawah 6.000?

Pembukaan Bursa Efek Indonesia (CNBC indonesia/Tri Susilo)

Jakarta,  Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah 1,03% ke 6.065,682 pada perdagangan Rabu kemarin, setelah sempat merosot ke bawah level 6.000.

Meski demikian, data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih Rp135 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 19 triliun.

Merosotnya IHSG terjadi akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kembali diketatkan di wilayah Jawa dan Bali, mulai 11 Januari mendatang hingga 25 Januari.

“Mendagri akan buat edaran ke Pimpinan Daerah. Tadi sudah disampaikan oleh Presiden ke Gubernur seluruh Indonesia,” kata Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, Rabu (6/1/2021).

Seperti sebelum-sebelumnya, PSBB yang lebih ketat akan berdampak pada terhambatnya laju pemulihan ekonomi Indonesia, yang tentunya memberikan sentimen negatif ke pasar saham.

Sementara itu dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) masih mampu menguat meski terjadi kerusuhan di Washington DC. Penguatan tersebut bisa memberikan hawa positif ke pasar Asia pagi ini.

Baca:

PSBB Ketat Jawa-Bali di Depan Mata, Bagaimana Nasib IHSG?

Secara teknikal, momentum penguatan IHSG mulai berkurang dalam 2 pekan terakhir. Pada 22 Desember 2020 lalu, IHSG mendekati level 6.200, tetapi setelahnya berbalik turun, dan beberapa kali ke bawah 6.000, termasuk Rabu kemarin.

Meski demikian, IHSG masih bergerak di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA 50), 100 hari (MA 100), dan 200 hari (MA 200), yang menambah momentum penguatan.

Indikator stochastic pada grafik harian bergerak naik tetapi belum memasuki wilayah jenuh jenuh beli (overbought).

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Sementara itu pada grafik harian, IHSG membentuk pola Ascending Triangle, selama batas bawah belum ditembus, peluang penguatan masih terbuka cukup lebar.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinivif

Level psikologis 6.000 menjadi support terdekat, selama bertahan di bawahnya IHSG berpeluang menguat ke 6.090 sampai 6.100. Jika level tersebut juga ditembus, IHSG berpotensi naik ke 6.150 yang merupakan batas atas pola Ascending Triangle.

Sementara itu jika support 6.000 ditembus, IHSG dan tertahan di bawahnya, artinya batas bawah Ascending Triangle telah ditembus, dan IHSG berisiko merosot lebih jauh ke 5.960, sebelum menuju 5.920.

TIM RISET  INDONESIA 

[Gambas:Video ]

(pap/pap)