Rab. Sep 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

No Happy Weekend! Ada Indikasi Rupiah Bakal Melemah Nih

Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta,  Indonesia – Rupiah kemarin mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) kemarin, tetapi pada perdagangan hari ini, Jumat (23/4/2021) malah berisiko melemah. Indikasi tersebut terlihat dari pergerakan rupiah di pasar non-deliverable forward (NDF) yang lebih lemah pagi ini ketimbang beberapa saat sebelum penutupan perdagangan Kamis kemarin.

Periode Kurs
1 Pekan Rp14.552,5
1 Bulan Rp14.602,0
2 Bulan Rp14.620,0
3 Bulan Rp14.676,0
6 Bulan Rp14.845,0
9 Bulan Rp15.008,0
1 Tahun Rp15.227,0
2 Tahun Rp15.917,0

NDF adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan kurs tertentu pula. Sebelumnya pasar NDF belum ada di Indonesia, hanya tersedia di pusat-pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, New York, atau London.

Pasar NDF seringkali mempengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot. Oleh karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Padahal NDF sebelumnya murni dimainkan oleh investor asing, yang mungkin kurang mendalami kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Bank Indonesia (BI) pun kemudian membentuk pasar Domestic NDF (DNDF). Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Dengan begitu, psikologis yang membentuk rupiah di pasar spot diharapkan bisa lebih rasional karena instrumen NDF berada di dalam negeri. Rupiah di pasar spot tidak perlu selalu membebek pasar NDF yang sepenuhnya dibentuk oleh pasar asing.

Berikut kurs DNDF yang kali terakhir diperbarui pada 21 April pukul 14:58 WIB:

Periode Kurs
1 Bulan Rp 14.550
3 Bulan Rp 14.580

[Gambas:Video ]

(pap/pap)