Rab. Jul 28th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Raja Salman Beri ‘Pesan’ Baru ke Israel soal Palestina

Jakarta, Indonesia – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, buka suara soal Israel-Palestina. Dalam komentar terbarunya akhir pekan kemarin, ia mengecam agresi Israel baik di Yerusalem maupun Jalur Gaza.

Dalam panggilan telepon dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas akhir pekan, ia mengutuk serangan yang terjadi. Serangan itu, telah memakan korban jiwa 200 lebih warga Palestina, termasuk anak-anak dan wanita.

Pilihan Redaksi
  • Janji Bantu Bangun Gaza, Biden Minta Palestina Akui Israel
  • Perang 11 Hari Gaza, 248 Nyawa Melayang & Kota Luluh Lantak!
  • Insiden Lagi di Al-Aqsa, Polisi Israel Pukuli Warga Palestina

Raja Salman berjanji akan menjangkau semua pihak untuk menekan pemerintah Israel. “Kerajaan akan melanjutkan upayanya di semua tingkatan untuk mencegah serangan Israel di Yerusalem dengan bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk menekan pemerintah Israel,” tegasnya dikutip dari Arab News, Minggu (23/5/2021).

Ia mengaku berdoa untuk kesembuhan semua korban. Ia pun mengharapkan keamanan dan perdamaian secara penuh bagi rakyat Palestina.

Israel dan dua kelompok utama Palestina di jalur Gaza, Hamas dan Jihad Islam menyetujui gencatan senjata sejak Jumat (21/5/2021). Ini menjadi momen penting mengakhiri pertempuran selama 11 hari terakhir.

Melansir AFP, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pernyataan resmi. Hal senada juga ditegaskan Hamas dan Jihad Islam.

Gencatan senjata terjadi berkat mediasi Mesir. Dalam pernyataan resmi yang dimuat TASS, pemerintah Mesir menyebut mengajukan proposal gencatan senjata dan akan berangkat ke Tel Avivguna membahas masalah keamanan di sana.

Kontak dengan pihak Palestina juga dilakukan. Meski tak dijadwalkan kunjungan khusus ke Gaza. Proposal Mesir dikatakan disetujui AS dan Uni Eropa serta faksi di Palestina.

Mesir disebut memang punya pengaruh ke kedua kubu yang bertikai. Apalagi Mesir berada berdekatan langsung dengan Gaza, khususnya wilayah Rafah, yang tak bisa dikendalikan Israel.

“Di wilayah di mana negara di kawasan sedang memperluas hubungan mereka dengan Israel, Mesir memiliki kepentingan pribadi untuk memanfaatkan kedekatan geografisnya dengan Gaza guna meningkatkan kekuatan diplomatiknya,” kata seorang analisis di International Crisis Group, Tariq Baconi.

“Ini merupakan sebuah kesempatan mengatakan tidak hanya kepada AS tapi pihak regional lainnya bahwa Mesir penting. Itu adalah pemain diplomatik yang diperlukan dan bahwa gencatan senjata akan dilakukan di Kairo,” kata Michael Hanna dari Century Foundation di New York.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)