Kam. Mei 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Rame Nih! BKSL Jual Mal AEON Hingga Grab Resmi Borong EMTK

Jakarta, Indonesia – Tekanan jual pelaku pasar asing membuat laju bursa saham domestik tergelincir ke zona merah pada perrdagangan awal pekan ini, Senin (19/4/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi sebesar 0,55% ke level 6.052,54 poin dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 9,30 triliun dengan frekuensi sebanyak 986,57 ribu kali. Pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih hampir Rp 35 miliar.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia sebelum memulai transaksi di hari Selasa ini (20/4/2021):

1. Jadi Investor, Grab Setor Rp4 T ke Emtek via H Holdings

Manajemen PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) akhirnya buka suara terkait dengan masuknya Grab Holdings Inc. yang menjadi memegang 4,6% saham Emtek lewat H Holdings Inc.

Titi Maria Rusli, Corporate Secretary Emtek, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima perseroan dari H Holdings Inc, perusahaan tersebut adalah afiliasi dari Grab Holdings Inc dan merupakan investor yang telah mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan oleh Emtek melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) alias private placement yang digelar pada 31 Maret 2021.

“Kepemilikan saham H Holdings di Emtek adalah sebesar 4,6% saham yang diterbitkan oleh Emtek,” kata Titi Maria, dalam jawaban atas pertanyaan Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (19/4/2021).

Baca:

Meledak! Investor Kripto RI Capai 4,2 Juta, Kalahkan Saham

2. Erick Thohir Keluarkan Aturan Jual Aset BUMN ke SWF

Kementerian BUMN menerbitkan aturan baru untuk mendukung pelaksanaan pemindahan aset BUMN ke Sovereign Wealth Fund (SWF) – Indonesia Investment Authority (INA). Sehingga aset BUMN kini sudah bisa dijual kepada lembaga pengelola investasi yang baru dibentuk ini.

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri BUMN No. PER-03/MBU/03/2021 yang telah diundangkan pada 29 Maret 2021. Beleid ini merupakan perubahan ketiga atas PER-02/MBU/2010 yang mengatur tentang Tata cara Penghapusbukuan dan Pemindahtanganan Aktiva Tetap BUMN.

Dari aturan itu tertulis untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan tujuan lembaga pengelola investasi, berdasarkan Undan Undang Cipta Kerja, melalui pemindahtanganan aset milik BUMN ke SWF- INA.

3.Akan Ditutup, Citi Jual Bisnis Kartu Kredit & Consumer di RI

Citibank akan menutup seluruh bisnis consumer yang beroperasi di Indonesia termasuk kartu kredit, setelah keputusan dari kantor pusat mengenai penutupan layanan ritel banking di 13 negara. Citi Indonesia akan memulai proses penjualan segmen bisnis consumer.

“Citi kembali menegaskan bahwa tidak ada perubahan seketika dalam hal melayani nasabah Consumer Bank yang berada di Indonesia. Citi akan memulai proses penjualan bisnis Consumer Bank setelah adanya pengumuman bahwa Citi akan keluar dari bisnis Consumer di 13 negara, termasuk di Indonesia, ujar Tito Pasaribu, Corporate Affairs Citi Indonesia, dalam pernyataan tertulis, Senin (19/4/2021).

Tito menjelaskan Citi Indonesia beroperasi di Indonesia melalui unit Institutional Clients Group (ICG), antara lain TTS (Treasury and Trade Solutions), MSS (Markets and Securities Services / Custodian), BCMA (Banking Capital Market Advisory) untuk nasabah-nasabah institusional yang terdiri dari perusahaan lokal, pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara, lembaga keuangan dan perusahaan multinasional, Selain itu layanan Citi Commercial Bank (CCB), dan layanan pasar modal melalui PT Citigroup Sekuritas Indonesia (CSI) akan terus beroperasi di Indonesia.

4.¬†GIAA Sepakat Damai dengan ‘KPPU’ Australia, Ini Perkaranya

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menyatakan telah berdamai dengan Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (Australian Competition and Consumer Commission/ACCC). Perusahaan juga telah mencabut permohonan banding yang diajukan perusahaan beberapa tahun silam.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan, hal ini telah diputuskan dalam Putusan Pengadilan Federal New South Wales, Australia dalam Perkara No. NSD955/2009.

“Berdasarkan Putusan tersebut, Pengadilan telah mengesahkan Perjanjian Perdamaian antara Perseroan dengan ACCC, di mana Perseroan diwajibkan membayar denda dan biaya perkara ACCC dengan mekanisme pembayaran yang akan dilakukan secara angsuran selama 5 tahun terhitung mulai 2021,” tulis keterbukaan tersebut, Kamis (19/4/2021).