Sen. Mei 17th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Saban Hari 1 Toko Ritel Tutup, Cek Nasib Matahari-HERO dkk

Supermarket Hero (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Bulan Ramadan sudah di depan mata. Emiten-emiten sektor ritel biasanya akan memanfaatkan momen bulan suci umat Muslim ini untuk mengalap untung, seiring konsumsi rumah tangga akan kebutuhan pokok, seperti pakaian dan barang konsumsi yang meningkat.

Lantas, bagaimana dengan kinerja saham emiten-emiten ritel selama sebulan terakhir?

Emiten mana yang memiliki rapor bagus dan mana yang membukukan kinerja jeblok?

Berikut ini Tim Riset Indonesia menyusun tabel kinerja saham emiten ritel, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Jumat, 9 April 2021.

Berdasarkan tabel di atas, dari tujuh emiten yang diamati, hanya saham duo Grup Lippo, MPPA dan LPPF, yang mencatatkan kinerja ciamik selama sebulan belakangan. MPPA sudah ‘terbang’ 130,31%, sementara LPPF melesat 15,04% dalam sebulan.

Pada perdagangan Jumat lalu (9/4), MPPA tercatat sebagai top gainers dengan kenaikan 24,47% ke Rp 585/saham.

Mayoritas saham sisanya serempak terkoreksi. Adapun saham emiten perlengkapan dan perkakas rumah, ACES, tercatat paling anjlok dalam sebulan, dengan penurunan 6,23%.

Mengenai fundamental, kinerja keuangan emiten sektor ritel sangat terdampak dengan akibat adanya pagebluk COVID-19 sejak Maret tahun lalu.

Dari tujuh emiten, hanya satu yang masih membukukan laba bersih, yakni ACES, alias enam lainnya malah ‘buntung’ pada tahun lalu.

Namun, perlu dicatat, baru HERO dan LPPF yang sudah mengeluarkan laporan keuangan per Desember 2020. Adapun emiten sisanya masih berdasarkan laporan keuangan kuartal III tahun lalu.

Kinerja saham duo Lippo, MPPA dan LPPF yang terus menanjak dalam sebulan terakhir tidak dibarengi oleh kinerja keuangan yang memuaskan.

Untuk MPPA, sejak 2017 hingga September 2020, emiten pengelola gerai Hypermart ini selalu membukukan rugi bersih.

Pada kuartal III 2020, MPPA mencatatkan rugi bersih Rp 332,40 miliar, lebih jeblok dari raihan rugi bersih periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 265,78 miliar.

Pada 2019, misalnya, MPPA membukukan rugi Rp 552,68 miliar dari tahun sebelumnya yang mencetak rugi bersih Rp 898,27 miliar.

Kabar terbaru, MPPA berencana melakukan peningkatan struktur modal perusahaan melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue selambat-lambatnya pada bulan Agustus 2021.

Setali tiga uang dengan ‘saudara’-nya, LPPF membukukan rugi bersih Rp 873,18 miliar sepanjang tahun lalu, berbanding terbalik dari raihan laba bersih Rp 1,36 triliun pada 2019.

Penurunan laba bersih ini seiring dengan penurunan pendapatan bersih perusahaan menjadi Rp 4,84 triliun pada 2020, anjlok 52,91% dari Rp 10,27 pada tahun sebelumnya.

Seiring dengan tertekannya kinerja perusahaan, manajemen LPPF berencana menutup sekitar 6 gerai Matahari lagi tahun ini dari 23 total gerai dalam pengawasan kinerja. Adapun di kuartal IV 2020, perusahaan menutup 6 toko dan secara tahunan menutup 25 gerai.

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Februari lalu, Chief Financial Officer Matahari Niraj Jain, mengaku, “Kami [LPPF] meyakini bahwa sangat tidak mungkin penjualan akan kembali ke normal sebelum tahun 2022.”

Baca:

Mau Ikutan Borong 15 Saham Ini Sepekan? Simak Daftarnya

Menariknya, meskipun mencatatkan kinerja saham paling ambles dalam sebulan belakangan, kinerja keuangan ACES tergolong masih ‘mending’ tinimbang emiten lainnya. Kendati tertekan selama pagebluk virus Corona, ACES masih membukukan laba bersih pada 9 bulan pertama tahun lalu.

Jika menilik kinerja perseroan sampai dengan September 2020, penjualan dan pendapatan usaha mengalami penurunan menjadi Rp 5,48 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,97 triliun. Sementara itu, laba persih ACES turun menjadi Rp 529,71 miliar dari sebelumnya Rp 721,71 miliar.

Di tengah ‘serangan’ pandemi, emiten ritel perabotan rumah tangga ini dikabarkan menambah gerai baru perseroan di Kudus, Jawa Tengah. Menurut manajemen, gerai baru yang dibuka ini seluas 3.100 meter persegi. Dengan demikian, saat ini ACES memiliki total 209 gerai.

Sebelumnya, pada awal Desember 2020 lalu, perseroan juga menambah gerai baru seluas 2.100 meter persegi di Living Plaza, Manado.

Selain ACES, emiten ritel lainnya yang terafiliasi dengan pengusaha Tommy Winata, ECII, belum lama ini membuka gerai baru perseroan di Mal Ciputra Tangerang.

Marketing and Business Development Director ECII, Josephine Karjadi mengatakan, gerai baru yang dibuka ini seluas 500 meter persegi dan menjadi gerai ke 61 yang dikelola perseroan.

NEXT: 1 Toko Ritel Tutup Saban Hari

Baca:

Royal Tebar Dividen, 7 Saham Ini Dapat Nilai Plus Lho, Simak!