Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Samsung Beri Warning, “Chipageddon” Ancam Industri Teknologi

Jakarta, Indonesia – Kekurangan chip yang muncul dalam industri semikonduktor membuat Samsung Electronics buka suara. Raksasa Korea Selatan (Korsel) itu memperingatkan hal ini dapat berdampak luas ke sektor teknologi lainnya.

Peringatan dari grup yang berbasis di Seoul ini muncul saat pemerintah dan perusahaan menyatakan kekhawatiran bahwa kekurangan chip di pasar semikonduktor dapat memperlambat pemulihan ekonomi dari pandemi virus corona. Samsung adalah produsen chip komputer terbesar di dunia serta kunci utama dalam rantai pasokan teknologi global.

Baca:

Honda Setop Produksi Mobil di AS & Kanada, Ada Apa?

“Ada ketidakseimbangan yang serius dalam pasokan dan permintaan chip di sektor TI secara global. Sulit untuk mengatakan masalah kekurangan telah diselesaikan 100%,” kata Koh Dong-jin, co-chief executive yang mengepalai unit bisnis seluler Samsung, pada pertemuan pemegang saham pada hari Rabu (17/3/2021).

Laporan Financial Times menuliskan pasokan chip komputer “mengetat” sejak banyak produsen mobil memangkas pesanan karena perkiraan penjualan yang melemah di puncak pandemi tahun lalu. Produsen mobil Volkswagen dan General Motors termasuk di antara pembuat mobil yang terpaksa mengurangi produksi karena kekurangan.

Baca:

Bukan China, Taiwan Lagi Pening karena Air, Kok Bisa?

Kapasitas produksi chip di banyak pengecoran, yakni pabrik yang membuat chip berdasarkan pesanan, dengan cepat dialokasikan kembali ke sektor lain yang mengalami peningkatan permintaan. Salah satunya ke komputer, yang memang mengalami lonjakan signifikan seiring penguncian dan banyaknya orang yang bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH).

Saat dunia pulih dari corona, produksi mobil yang kembali normal membuat permintaan chip lebih melonjak lagi, sementara permintaan konsumen teknologi terus berlanjut. Badai besar yang menerjang Texas, Amerika Serikat hingga menyebabkan pemadaman listrik yang meluas bulan lalu memaksa beberapa pembuat chip menghentikan produksi.

Belum lagi krisis Air di Taiwan, yang menjadi produsen penting sektor ini. Alhasil “chipageddon” alias “kiamat chip” mungkin besar terjadi.

Honda Motor Jepang misalnya, mengatakan bahwa mereka akan menghentikan produksi di sebagian besar fasilitasnya di AS minggu depan karena gangguan tersebut. Bernasib sama dengan Honda Motor, Samsung juga mengatakan pengecoran chipnya di Austin belum kembali produksi.

“Saat ini kami sedang berupaya untuk melanjutkan operasi secepat mungkin, prosesnya mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk mencapai tingkat normal saat kami memeriksa dan mengkonfigurasi ulang fasilitas tersebut,” kata pihak Samsung.

Perusahaan riset pasar TrendForce telah memperingatkan bahwa upaya seluruh industri untuk mempercepat produksi chip otomotif berisiko memperlambat pengiriman semikonduktor untuk aplikasi elektronik dan industri konsumen lainnya.

Kelompok industri yang mewakili sektor semikonduktor dan pembuatan mobil minggu ini mengumumkan rencana untuk bersama-sama mengembangkan sektor chip mobil domestik untuk mencegah guncangan di masa depan. Ini menjadi tanda perubahan jangka panjang dalam menanggapi kekurangan chip tersebut.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)