Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Sebanyak 33 Orang Tua di Norwegia Meninggal Setelah Divaksin

A health worker is being administered COVID-19 vaccine at a hospital in Kolkata, India, Saturday, Jan. 16, 2021. India started inoculating health workers Saturday in what is likely the world's largest COVID-19 vaccination campaign, joining the ranks of wealthier nations where the effort is already well underway. (AP Photo/Bikas Das)

Jakarta, Indonesia – Sebanyak 33 orang dilaporkan meninggal dunia setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Norwegia. Namun otoritas kesehatan di negara ini menyatakan kematian tersebut tidak ada hubungannya langsung dengan vaksin.

Dilaporkan dari Bloomberg pada awal pekan seluruh orang yang meninggal ini berasal dari kelompok usia di atas 75 tahun. Sebelum meninggal, mereka disebut mengalami gejala sakit yang cukup serius.

Hal ini terjadi setelah pemerintah negara Skandinavia ini memvaksinasi hampir seluruh panti jompo dan diperkirakan lebih dari 48 ribu orang telah divaksinasi awal pekan ini.

Dokter memperkirakan efek dari vaksin tersebut telah memperburuk kondisi para lansia ini, diikuti dengan penyakit bawaan yang dimilikinya.

Diperkirakan jumlah ini akan terus bertambah karena kematian ini umumnya terjadi pada pasien lanjut usia yang paling lemah dan paling sakit.

“Jelas, Covid-19 jauh lebih berbahaya bagi kebanyakan pasien daripada vaksinasi,” Steinar Madsen kata Direktur Medis Badan Obat Norwegia, dikutip Sabtu (23/1/2021).

Dia menyatakan bahwa otoritas tidak merasa khawatir dengan kondisi ini. Pun, katanya hubungan antara vaksin dan kematian sulit untuk dibuktikan.

Selain itu, kematian yang dilaporkan jauh di bawah rasio 1:1.000 pasien panti jompo yang divaksinasi.

“Efek samping imunisasi, dalam beberapa kasus, dapat menyebabkan gejala yang lebih serius atas penyakit bawaannya,” imbuh dia.

Baca:

Baru 9% Tenaga Kesehatan yang Sudah Divaksin Covid-19

[Gambas:Video ]

(dru)