Sab. Jun 12th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Simak 8 Informasi Ini, Penting Buat Anda Sebelum Cari Cuan

Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Tekanan jual pelaku pasar asing mendorong pelemahan laju bursa saham domestik pada perdagangan awal pekan ini, Senin (15/3/2021). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,53% ke level 6.324,25 poin.

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi harian kemarin mencapai Rp 11,08 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,14 juta kali. Pelaku pasar asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 159,34 miliar. Sementara itu, jika diakumulasi sejak awal tahun ini, pelaku pasar asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 12,63 triliun.

Sebelum memulai transaksi Selasa ini (15/3/2021), cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia:

1. Bank Mandiri Bagi Dividen Rp 10,27 T, Ini Rinciannya

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyetujui pembagian dividen sebanyak 60% dari laba bersih 2020, atau sekitar Rp 10,27 triliun. Dari total jumlah dividen yang dibagikan tersebut, setiap unit saham mendapatkan Rp 220.

Dengan memperhitungkan komposisi saham merah putih yang sebesar 60%, maka Bank Mandiri akan menyetorkan dividen sekitar Rp 6,16 triliun ke kas Negara. Sedangkan, sebanyak 40% dari laba bersih tahun lalu akan menjadi laba ditahan.

“Besaran dividen tersebut sangat in line dengan komitmen management untuk bisa berkontribusi secara optimal kepada negara serta keinginan untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah, salah satunya dengan layanan digital banking yang andal dan simpel. Hal ini juga mengindikasikan dukungan yang kuat dari pemegang saham kepada management untuk mengakselerasi rencana ekspansi digital banking perseroan,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, kepada media di Jakarta (15/3/2021).

2. Demam Youtuber! Grup Bakrie Rogoh Rp 1 T Bikin Konten Digital

Emiten media Grup Bakrie, PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), berencana mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1 triliun dalam 5 hingga 6 tahun ke depan. Belanja modal atau capex (capital expenditure) tersebut akan difokuskan VIVA untuk membuat konten dan digital.

Presiden Direktur Visi Media Asia, Anindya Novyan Bakrie mengatakan, belanja modal tersebut rencananya akan dipenuhi dari kas internal perusahaan

“Kami melihat dalam 5-6 tahun ini, VIVA akan investasi capex jumlahnya Rp 1 triliun, khusus buat konten dan digital,” kata Anin Bakrie, dalam jumpa pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (15/3/2021).

Anin juga menjelaskan, saat ini Grup VIVA memang sedang fokus mengembangkan komunitas berbasis digital selain tetap mengandalkan bisnis free to air dari ANTV dan TV-One dan VIVA Network.

Baca:

Duh! 5 Saham BUMN Ini Anjlok Parah, Ada yang Kena ARB

3. Bayar Utang, TBLA Minta Restu Penerbitan Obligasi Rp 5,6 T

Emiten perkebunan milik Sungai Budi Group, PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA), akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada Senin ini (15/3/2021).

RUPSLB akan digelar di Hotel Westin-Ruang Padang, Jalan HR Rasuna Said Kav. C-22 A, RT 2/RW 5, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, untuk meminta persetujuan penerbitan obligasi global.

Perseroan akan menerbitkan obligasi global sebesar-besarnya US$ 400 juta atau ekuivalen dengan Rp 5.642.000.000.000 atau Rp 5,64 triliun, jumlahnya merupakan 95,81% dari ekuitas perseroan.

4. Laba Bersih Anjlok 66%, Saham Wika Gedung Ikutan Ambles!

Saham emiten konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merosot selama sesi I siang ini, Senin (15/3/2021). Pelemahan saham WEGE terjadi pasca-perusahaan melaporkan mengalami penurunan laba bersih drastis sepanjang 2020.

Pada penutupan perdagangan sesi I, saham anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini merosot 0,86% ke Rp 230/saham. Nilai transaksi WEGE sebesar Rp 6,77 miliar. Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham WEGE kembali ambles sebesar 1,72% ke Rp 228/saham pada awal pembukaan sesi II siang ini, pukul 13:36 WIB.

Imbasnya, kinerja saham yang resmi melantai di bursa pada 2017 lalu ini menyusut 8,80% selama sebulan. Bahkan, secara year to date (YTD), saham WEGE sudah ambles 15,56%.

Baca:

Buru Cuan Gokil, Yuk Simak Sederet Saham Pilihan Ini