Ming. Apr 18th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Sri Mulyani Warning Ancaman Ekonomi RI

Pelantikan Pejabat Eselon I Kementerian Keuangan. (Tangkapan layar Youtube Kemenkeu)

Jakarta, Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan perekonomian dalam negeri memiliki ancaman yang beragam, mulai dari jangka pendek, menengah dan panjang.

Risiko yang harus dijalani ini sebelumnya disampaikan oleh World Economic Forum (WEF). Beberapa ancaman yang dimaksud berupa ketidakpastian harga hingga krisis utang yang akan terjadi di Indonesia sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Pilihan Redaksi
  • Rombak Eselon I, Sri Mulyani: Tidak Ada Lagi Ego Unit!
  • 6 Pejabat Dapat Label “Layanan Prima”, Ada Sri Mulyani-Nadiem
  • Butuh Rp 3.461 T, Sri Mulyani Buka-bukaan soal Climate Change

Risiko yang paling terlihat adalah penambahan utang yang juga hampir terjadi semua negara.

“Ke depan (jangka pendek) melihat berbagai risiko mulai dari asset bubble, price instability, commodity shock dan debt crisis serta risiko geopolitik,” kata Sri Mulyani dikutip Minggu (14/3/2021).

Sedangkan untuk ancaman risiko di jangka menengah yakni lima sampai 10 tahun ke depan, ada krisis perubahan iklim. Sehingga saat ini dalam berbagai forum internasional selalu dibahas mengenai kebijakan untuk memitigasinya.

“Krisis perubahan iklim juga perlu diwaspadai dan munculnya digital power concentration dan cyber security failure,” jelas dia.

Macam risiko ini disampaikannya kepada para pejabat baru kementerian. Ia mengharapkan bahwa para pejabat baru ini bisa melakukan kebijakan untuk mewaspadai risiko tersebut.

“Dinamika inilah yang harus dilihat, diwaspadai dan direspon jajaran Kemenkeu,” tandasnya.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)