Ming. Jun 13th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Sudah Melesat 3% Lebih, IHSG Siap Ngamuk Lagi Hari Ini?

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melesat 1,41% ke 6.031,578 pada perdagangan Rabu kemarin (2/6), yang merupakan level tertinggi sejak 20 April lalu.

IHSG sukses melanjutkan kinerja impresif di awal pekan saat menguat 1,67%. Artinya dalam 2 hari perdagangan bursa kebanggaan Tanah Air melesat lebih dari 3%. Kenaikan tajam tersebut berisiko memicu aksi ambil untung (profit taking) pada hari ini, Kamis (3/6/2021), yang bisa membawa IHSG turun.

Kemarin investor asing kembali memborong, data pasar mencatat aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 594 miliar, dengan nilai transaksi hampir Rp 15 triliun.

Sebelum perdagangan kemarin dibuka, IHS Markit merilis data aktivitas sektor manufaktur bulan Mei yang dilihat dari purchasing managers’ index (PMI). Data menunjukkan PMI manufaktur Indonesia bulan Mei sebesar 55,3, melesat dibandingkan bulan sebelumnya 54,6.

PMI manufuktur di bulan April tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang masa, artinya di bulan Mei rekor tersebut pecah lagi.

Baca:

Di Balik IPO Terbesar ASEAN, Ada Keluarga RI-Filipina!

Terus meningkatnya ekspansi sektor manufaktur tentunya menjadi kabar bagus bagi Indonesia, dan memperkuat optimisme akan lepas dari resesi di kuartal II-2021. Sektor manufaktur sendiri berkontribusi sekitar 20% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Sementara itu dari luar negeri, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat tipis-tipis pada perdagangan Rabu waktu setempat.

Pergerakan tersebut menjadi indikasi pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja AS pada hari Jumat besok. Data tenaga kerja merupakan salah satu indikator kesehatan ekonomi AS, sehingga berdampak signifikan ke pasar saham.

Oleh karena itu, pelaku pasar akan lebih berhati-hati sehingga risiko profit taking IHSG cukup besar.

Secara teknikal, penguatan tajam IHSG kemarin membawanya melewati rerata pergerakan 50 hari (Moving Average 50/MA 50) di kisaran 6.000 hingga 6.015. Hal tersebut tentunya memberikan momentum penguatan bagi IHSG jika bertahan di atasnya.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Target penguatan IHSG ke 6.070, jika mampu dilewati maka area 6.100 menjadi sasaran selanjutnya.

Sementara itu indikator stochastic pada grafik harian mulai bergerak naik setelah memasuki wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Pada grafik 1 jam, stochastic bergerak dan sudah mencapai wilayah overbought. Sehingga ada risiko koreksi IHSG. Apalagi, pada perdagangan kemarin terjadi gap up atau posisi pembukaan perdagangan yang jauh lebih tinggi ketimbang penutupan perdagangan sebelumnya.

Terkadang harga suatu aset setelah mengalami gap up akan bergerak turun menutup gap tersebut.

Level psikologis 6.000 menjadi support terdekat, jika ditembus IHSG berisiko turun ke 5.975. Support selanjutnya berada di kisaran 5.950.

TIM RISET  INDONESIA

Baca:

Siapin Kocek! Ini Daftar Lengkap 230 Saham Margin di Juni

[Gambas:Video ]

(pap/pap)