Sab. Apr 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Super Cycle Siap Bawa Batu Bara US$ 100/ton, Sahamnya Gimana?

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali mewujudkan komitmennya dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah pertambangan batu bara. Salah satunya adalah dengan memproduksi karbon aktif dari bahan baku batu bara.

Jakarta, Indonesia – Harga kontrak futures (berjangka) batu bara termal ICE Newcastle sudah menyentuh level tertingginya hampir dalam 2 tahun terakhir. Kini harga kontrak yang aktif ditransaksikan di pasar tersebut sedang konsolidasi di US$ 90/ton.

Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) harga batu legam tersebut telah naik 9,79%. Reli bahan bakar fosil ini dimulai sejak pertengahan Oktober. Apabila ditarik dari periode tersebut hingga akhir perdagangan pekan lalu harga batu bara telah meningkat 62,74%.

Dengan kenaikan yang pesat tersebut, masihkah harga komoditas energi unggulan Indonesia dan Australia lanjut reli? Jawabannya masih. Ada beberapa katalis yang berpotensi besar membuat harga batu bara bergerak ke utara.

Ketatnya pasokan batu bara di China menjadi salah satu pemicu utama melesatnya harga komoditas ini. Sejak Oktober kebutuhan listrik China meningkat, tetapi produksi batu baranya drop. Di saat yang sama Negeri Panda masih menerapkan kebijakan impor yang ketat.

Memasuki periode musim dingin di akhir tahun kebutuhan untuk pemanas meningkat. Sayang produksi batu bara lokal tidak mencukupi untuk menyuplai kebutuhan listrik yang tinggi. Alhasil harga batu bara lokal China melesat tajam.

Harga batu bara termal acuan China Qinhuangdao 5.500 Kcal/kg, kini sudah tembus RMB 900/ton, jauh melampaui rentang target yang dipatok pemerintah China di RMB 500 570/ton.

Kendati pemerintah China terus berupaya untuk meningkatkan produksi batu bara lokalnya dan merelaksasi kebijakan impor, harga masih terus meroket. Hal ini mengakibatkan selisih (spread) harga batu bara China dengan batu bara Australia dan Indonesia semakin lebar.

Spread harga batu bara lokal China dengan harga batu bara Newcastle Australia dan batu bara acuan RI kini sudah tembus level tertingginya sejak tahun 2011. Untuk spread harganya saja tanpa memperhitungkan biaya pengiriman sudah mencapai lebih dari US$ 70/ton.

Spread yang semakin lebar seharusnya akan membuat sektor industri dan utilitas China beralih ke impor untuk memenuhi kebutuhan batu baranya. Hubungan Australia dengan China yang retak membuat Indonesia diuntungkan.

China memang sudah meneken komitmen untuk mengimpor batu bara lebih banyak dari Indonesia di tahun ini. China diperkirakan akan membeli batu bara Indonesia senilai US$ 1,47 miliar atau sekitar Rp 20,6 triliun (asumsi kurs Rp 14.100 per US$) pada 2021.

Hal tersebut berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia ( APBI ) dengan China Coal Transportation and Distribution yang ditandatangani pada Rabu (25/11/2020).

Komitmen perdagangan Indonesia dan China yang terjalin ini tentunya menjadi katalis positif untuk harga batu bara serta kinerja para produsen komoditas energi primer ini di Tanah Air.