Rab. Jul 28th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Tembus Descending Triangle, Sejauh Apa IHSG Bakal Anjlok?

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta,  Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambrol 1,76% ke 5.833 pada perdagangan Senin kemarin setelah libur panjang pekan lalu. Kecemasan akan risiko peningkatan penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) membuat IHSG terpukul, dan masih akan mempengaruhi pergerakan pada hari ini, Selasa (18/5/2021).

Meski IHSG kemarin merosot tajam, tetapi investor asing melakukan aksi beli bersih (net sell) sebesar Rp 35 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 12 miliar. Nilai transaksi tersebut mengalami kenaikan dari sebelumnya yang selalu di bawah Rp 10 triliun.

Dari dalam negeri pelaku pasar kini malah dibuat cemas akan virus corona. Sebab, meski sudah dilarang, masih banyak warga yang mudik Lebaran, begitu juga tempat-tempat wisata yang penuh. Hal tersebut tentunya berisiko meningkatkan kasus Covid-19.

Baca:

Alert! IHSG Diramal Terjun, Cek Saham-saham Potensi Serok

Apalagi, negara-negara di ASEAN sudah mengalami kenaikan kasus, bahkan menerapkan kembali mengetatkan pembatasan sosial hingga lockdown guna menangkal penyebaran Covid-19.

Meski sedang dihantam sentimen negatif, IHSG juga memiliki peluang untuk menguat melihat bursa saham Asia yang menghijau pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melesat lebih dari 1%, dan Kospi Korea Selatan naik sekitar 0,7%.

Secara teknikal, IHSG menembus batas bawah pola Descending Triangle di 5.890. Artinya selama tertahan di bawahnya IHSG berisiko merosot tajam.

Pola Descending Triangle merupakan pola bearish atau tren menurun. Lebar pola tersebut sekitar 463 poin. Sehingga selama tertahan di batas bawah, IHSG berisiko merosot ke kisaran 5.420.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv 

Stochastic pada grafik harian bergerak turun tetapi masih jauh dari wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Sementara stochastic pada grafik 1 jam mulai masuk ke wilayah oversold, yang memberikan peluang rebound.

Support terdekat pada hari ini berada di 5.800 jika ditembus IHSG berisiko merosot ke 5.775.

Sementara jika mampu bertahan di atas 5.800, IHSG berpeluang bangkit ke 5.860, sebelum menuju 5.890 yang menjadi resisten kuat.

TIM RISET  INDONESIA 

Baca:

Makasi buat Saham-saham Ini, Bikin IHSG Gak Bonyok Parah!

[Gambas:Video ]

(pap/pap)