Daily Berita

Berita Indonesia Terbaru Hari Ini | Today's Latest Indonesia News

Terungkap! Ini Alasan Kakaknya Hary Tanoe Caplok Saham ZBRA

Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo/Dok DNR

Jakarta, Indonesia – Harga saham emiten taksi asal Surabaya, PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) tiba-tiba melesat pada penutupan perdagangan Rabu pekan ini (10/3/2021). Sahamnya melesat ke level Rp 106/saham, terbang 34,18% dari penutupan hari sebelumnya.

Kenaikan harga saham ZBRA ini terjadi di tengah kabar terbaru berkaitan dengan akuisisi atas saham mayoritas perusahaan oleh keluarga Hary Tanoesoedibjo.

Kakak kandung taipan Hary Tanoe, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe, lewat perusahaan ekspor impor produk farmasi miliknya PT Trinity Healthcare (THC) resmi menjadi pemegang saham ZBRA, perusahaan taksi yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur.

Perusahaan taksi dengan brand ‘Zebra’ ini memang sudah tak lagi memiliki armada, tetapi kini masuk ke bisnis distribusi BBG atau bahan bakar gas kepada pihak ketiga.

Baca:

Dear Investor! Bank Milik Hary Tanoe Siap Jadi Bank Digital

Berdasarkan laporan keuangan ZBRA per September 2020, disebutkan bahwa Zebra adalah perusahaan taksi yang berdomisili di Surabaya, Jawa Timur dengan daerah pengoperasian di Surabaya. Perseroan memulai usaha komersialnya pada tahun 1987.

Perseroan mengoperasikan taksi “Zebra” dan menyewakan limousine di Surabaya. Tapi per 30 September 2020 perseroan sudah tidak memiliki unit taksi. Jumlah karyawan perseroan rata-rata 30 karyawan per 30 September 2020.

Per September 2020, pendapatan perusahaan mencapai Rp 8,86 miliar, turun dari periode yang sama tahun 2019 yakni Rp 10,83 miliar. Laba bersih hanya Rp 94,98 juta dari rugi bersih September 2019 sebesar Rp 1,29 miliar.

Aset ZBRA juga hanya Rp 5,98 miliar dengan kas dan setara kas Rp 321 juta. Penjualan praktis hanya dari BBG yang dilakukan oleh anak usahanya PT Zebra Energi kepada pihak ketiga.

Rudy Tanoe resmi menjadi pemegang saham lewat Trinity Healthcare.

Perusahaan ini meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) dengan PT Infiniti Wahana (IW).

IW adalah pemegang saham pengendali dalam ZBRA, menggenggam 665.186.134 saham ZBRA, terdiri dari 3.400 saham Seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham dan 665.182.734 saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham atau seluruhnya sebesar 77,70% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ZBRA.

Perjanjian PPJB itu diteken pada 26 Februari 2021. Berdasarkan PPJB, Infiniti dan THC sepakat untuk melakukan jual beli saham sebanyak 436.627.835 saham Seri B atau 51% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam ZBRA (saham yang dijual) dengan harga Rp 56/saham. Nilainya setara dengan Rp 24,45 miliar.

Harga tersebut lebih rendah dari harga saham ZBRA pada penutupan perdagangan saham Rabu ini (10/3/2021) di level Rp 106/saham, melesat 34,18%.

Baca:

Bangun Sirkuit MotoGP, Ini Bocoran Hary Tanoe soal Bohirnya

Sebagai pelaksanaan PPJB, pada 9 Maret 2021, THC selaku pembeli dan IW selaku penjual telah melakukan penyelesaian pembelian dan pengalihan saham yang dijual melalui crossing di pasar negosiasi pada Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 436.627.835 saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Rabu ini (10/3), Trinity disebutkan adalah perusahaan yang didirikan berdasarkan Akta No. 17 tanggal 16 Agustus 2011.

Bisnis THC meliputi perdagangan umum termasuk impor-ekspor, dan pengecer terutama barang-barang farmasi peralatan kesehatan, produk konsumer, distribusi, online trading, logistic dan teknologi informasi yang dijalankan melalui anak perusahaan.

Adapun pemegang saham terbesar yakni Rudy Tanoesoedibjo 90%, Juliati Hadi 9%, dan 1% milik Gary J Tanoesoedibjo.

Sebagai informasi Rudy Tanoesoedibjo, yang juga Chairman Dos Ni Roha (DNR) Corporation merupakan kakak kandung Hary Tanoesoedibjo, bos Grup MNC, sementara Gary Tanoesoedibjo anak dari Rudy.

DNR Corporation adalah perusahaan di Indonesia yang menyediakan layanan jasa distribusi serta logistik dengan pengiriman barang. Di DNR, Rudy menjabat Presiden Direktur, sedangkan Gary menjadi komisaris.

Lalu apa tujuan Rudy Tanoe?

“Pengambilalihan ditujukan untuk pengembangan dan diversifikasi usaha ZBRA serta mengembangkan segmen usaha di bidang perdagangan distribusi, logistik dan teknologi informasi,” kata manajemen Trinity Healthcare.

“Sebelum dilakukannya pengambilalihan, tidak terdapat hubungan afiliasi antara THC dengan ZBRA,” tulis Trinity Healthcare.

Terkait dengan akuisisi ini, sesuai dengan ketentuan POJK 9/2018, THC wajib melaksanakan penawaran tender yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK 9/2018 tersebut.

Sebagai informasi, setidaknya ada sekitar tiga emiten taksi yang sahamnya tercatat di BEI termasuk ZBRA, PT Blue Bird Tbk (BIRD), dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAX) dari Grup Rajawali Corpora.

Baca:

Bingung Beli Saham? Ini Deretan Saham di Bawah Seceng Tercuan

[Gambas:Video ]

(tas/tas)