Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Today! Jokowi Resmikan Operasional KRL Yogya-Solo

Presiden Joko Widodo (Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman)

Jakarta, Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, Senin (1/3/2021) akan mengoperasikan kereta rel listrik lintas Yogyakarta – Solo. Ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja kepala negara ke Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mengutip keterangan resmi Sekretariat Presiden, sebelum meresmikan kereta rel listrik Jokowi diagendakan untuk meninjau vaksinasi massal bagi para pekerja publik di sejumlah tempat di Kota Yogyakarta.

Baca:

Dear PNS, Ini Sederet Kabar Baik dari Jokowi, Bikin Antibokek

Setelah meninjau vaksinasi, Jokowi akan langsung meresmikan pengoperasian kereta rel listrik lintas Yogyakarta – Solo. Hadirnya moda transportasi tersebut akan meningkatkan aksesibilitas dan kemudahan bertransportasi warga sekitar.

Pembangunan KRL ini adalah salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam rangka menyediakan transportasi massal ramah lingkungan, mengurangi polusi, dan kemacetan serta membiasakan masyarakat untuk mulai bepergian dengan angkutan umum.

Baca:

Awas ‘Bumi Gonjang Ganjing’, Trump Sinyal Nyapres 2024

Pembangunan KRL Yogya – Solo sepanjang 62 KM ini telah dimulai sejak tahun 2019 dan selesai tepat waktu pada akhir tahun 2020. Pembangunan tersebut meliputi tiga aspek yaitu:

Pertama, pembangunan sistem jaringan elektrifikasi KRL. Pembangunan ini meliputi jaringan listrik di atas rel ganda, pembangunan gardu listrik sebagai generator untuk supply tenaga listrik bagi KRL, serta pengadaan sarana kereta api.

Kedua, penyiapan 11 stasiun pemberhentian KRL yang didalamnya termasuk mengaktifkan beberapa stasiun yang tidak digunakan oleh rute Prameks. Ke-11 stasiun tersebut yaitu Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Maguwo, Stasiun Brambanan, Stasiun Srowot, Stasiun Klaten, Stasiun Ceper, Stasiun Delanggu, Stasiun Gawok, Stasiun Purwosari, dan berakhir di Stasiun Solo Balapan.

Penambahan stasiun untuk operasional KRL ini juga upaya Kementerian Perhubungan untuk mengakomodir permintaan masyarakat yang mengeluhkan jauhnya stasiun-stasiun Prameks bagi mereka yang akan bepergian.

Sehingga, masyarakat tidak punya pilihan selain menggunakan kendaraan pribadi. Penambahan stasiun ini ke depan juga akan diikuti dengan pembangunan layanan integrasi antar moda lanjutan seperti angkutan perkotaan dan sebagainya.

Ketiga, pembangunan sarana pendukung seperti gate masuk, e-ticketing, dan sebagainya. Melalui e-ticketing ini, calon penumpang dapat melakukan pembayaran dengan Kartu Multi Trip (KMT), Commuterpay, Uang elektronik bank dan bisa melalui aplikasi yang menyediakan fasilitas scan bar code.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)