Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Top Nih! Saham Properti Ngamuk Kemarin, Hari Ini Gimana?

Awal Desember 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat capaian Program Satu Juta Rumah sebanyak 765.120 unit rumah, didominasi oleh pembangunan rumah bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebesar 70 persen, atau sebanyak 619.868 unit, sementara rumah non-MBR yang terbangun sebesar 30 persen, sebanyak 145.252 unit.
Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, sekitar 20 persen merupakan rumah yang dibangun oleh Kementerian PUPR berupa rusunawa, rumah khusus, rumah swadaya maupun bantuan stimulan prasarana dan utilitas (PSU), 30 persen lainnya dibangun oleh pengembang perumahan subsidi yang mendapatkan fasilitas KPR FLPP, subsisdi selisih bunga dan bantuan uang muka. Selebihnya dipenuhi melalui pembangunan rumah non subsidi oleh pengembang.
Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengungkapkan, rumah tapak masih digemari kelas menengah ke bawah.
Kontribusi serapan properti oleh masyarakat menengah ke bawah terhadap total penjualan properti mencapai 70%.
Serapan sebesar 200.000 unit ini, akan terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 250.000 unit.

Jakarta, Indonesia – Saham emiten properti serentak menguat di zona hijau pada penutupan perdagangan Senin kemarin (16/02/2021). Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) memimpin penguatan.

Data BEI menunjukkan, setidaknya ada 9 emiten properti yang mencatatkan kenaikan harga saham pada perdagangan kemarin.

Emiten-emiten tersebut adalah SMRA, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

NEXT: Analisisnya

Baca:

Catat! Gak Cuma Kendaraan, DP Kredit Rumah juga Direlaksasi