Update Kabar Pasar, Ini 8 Informasi Penting untuk Disimak

Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, Indonesia – Tekanan jual pelaku pasar asing memaksa laju bursa saham domestik keluar dari zona hijau pada perdagangan Kamis kemarin. Ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,3% ke posisi 6.290,79 poin pada perdagangan kemarin, Kamis (4/3/2021).

Data perdagangan menunjukkan, nilai transaksi harian kemarin mencapai Rp 13,97 triliun dengan frekuensi sebanyak 1,55 juta kali. Pelaku pasar asing melakukan jual bersih senilai Rp 17,70 miliar. Sedangkan, bila diakumulasi sejak awal tahun ini, net buy asing mencapai Rp 15,16 triliun.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan Indonesia sebelum memulai perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (5/3/2021). Ada beberapa kabar penting yang bisa menjadi informasi awal untuk investor bertransaksi hari ini.

1. Ada BUMN Raksasa Mau IPO Senilai Rp 7 T

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) holding pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal pelat merah akan dilaksanakan tahun ini.

Meski demikian masih belum ditentukan kapan tanggal pasti aksi korporasi ini dieksekusi.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengatakan IPO akan dilaksanakan oleh perusahaan hasil penggabungan tiga PLTP pelat merah tersebut. “Direncanakan tahun 2021. Timing masih dilihat. Yang di-IPO ada perusahaan hasil penggabungannya,” kata Pahala kepada Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Baca:

Siapkan Kocek Anda, Ini Sederet Saham Pilihan Cuan

2.Pertamina Siapkan Rp 45 T Bangun Pabrik Baterai, Demi Tesla?

PT Pertamina (Persero) memperkirakan butuh investasi sekitar US$ 3,2 miliar atau sekitar Rp 45 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per US$) untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini. Emma mengatakan, proyek ekosistem baterai kendaraan listrik ini masuk menjadi salah satu dari empat tambahan proyek strategis inisiatif perseroan hingga 2029 mendatang.

“Untuk proyek ekosistem EV battery (baterai kendaraan listrik) diperkirakan nilai capex mencapai US$ 3,2 miliar,” ungkapnya dalam webinar ‘Prospek BUMN 2021 Sebagai Lokomotif PEN dan Sovereign Wealth Fund’, Kamis (04/03/2021).

Dia mengatakan, karena besarnya investasi tersebut, perseroan berencana mencari pendanaan melalui project financing, kemitraan, dan juga mengajukan dana dari Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA).

3. Perhatian Ritel! BSI Mau Tambah Saham Baru, Ini Bocorannya

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), Hery Gunardi menyatakan saat ini masih menunggu arahan dari pemegang saham pengendali maupun Kementerian BUMN terkait rencana memenuhi ketentuan saham beredar (free float) BSI minimal 7,5%.

Pasalnya, berdasarkan prospektus penggabungan ketiga bank BUMN Syariah yakni, PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS), pemegang saham publik hanya akan tersisa sebesar 4,4% dari sebelumnya 18,47%, sehingga belum bisa memenuhi ketentuan free float minimal 7,5%

“Kami masih menunggu arahan dari pemegang saham pengendali maupun ultimate shareholder, dalam hal ini Kementerian BUMN, mungkin mereka punya pandangan lain apakah akan lebih banyak atau ikuti aturan berlaku, kita tunggu,” kata Hery Gunardi, dalam wawancara dengan Indonesia, Kamis (4/3/2021) di program Power Lunch.

Baca:

Mampus! Harga Emas Drop di Bawah US$ 1.700, Sudah Ambles 6%

4. Gelar PE Insidentil, Bank Harda Siap Jadi Bank Digital!

Emiten bank yang diakuisisi Mega Corpora milik Chairul Tanjung, PT Bank Harda Internasional (BBHI) menyelenggarakan paparan publik atau public expose (PE) insidentil hari ini, Kamis (4/3/2021).

PE insidentil dilakukan setelah saham BBHI disuspensi atau dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dua kali dalam minggu ini. Pertama, saham BBHI ‘digembok’ bursa pada Senin (1/3). Setelah sempat dibuka Rabu kemarin (3/3), hari ini (4/3), BBHI disuspensi lagi bersamaan dengan enam bank mini (bank BUKU II) lainnya.

Dalam materi PE Insidentil perusahaan yang diunggah di situs BEI, manajemen BBHI menjelaskan perseroan berencana akan menjadi sebuah bank digital. Rencana ini akan dilakukan setelah proses akuisisi oleh Mega Corpora selesai.