Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Viral Tagihan Listrik Melonjak Rp 68 Juta dan Respons PLN

Petugas memeriksa meteran listrik di Rusun Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (8/1/2018).

Jakarta, Indonesia – Jagat maya kembali dihebohkan dengan adanya keluhan salah satu pelanggan PT PLN (Persero) yang mengalami lonjakan tagihan listrik. Tak tanggung-tanggung, lonjakan tagihan listrik mencapai Rp 68 juta.

Hal tersebut berdasarkan unggahan sebuah akun Twitter bernama si Hanih @Melanieppuchino pada 15 Januari 2021. Mulanya dia menuliskan, “A THREAD – Dizolimi PLN Bulan Oktober 2019, suami saya dapet tagihan online dari PLN, nominalnya sekitar hampir 5jt rupiah. Kami yang biasanya membayar 500-700rb, kaget. Tapi masih positive thinking (oh mungkin yg gak dicatet selama 1th lebih di tagih sekarang),” tulisnya mengawali keluhannya terhadap PLN.

Berikut beberapa isi cuitannya:

“Kami tinggal di rumah yg sekarang baru 2th pas di bulan februari nanti. Selama itu, tukang catat tagihan tidak pernah mencatat, baru datang sekitar september/oktober untuk mencatat tagihan (padahal mobil selalu terparkir di dalam pagar). Nah keanehan mulai muncul,” lanjutnya.

“Bulan Nov tagihan masih sama, hampir 5jt lagi. Kita mencoba ke kantor PLN kreo untuk mendapatkan jawaban, tapi hanya satpam yg disuruh melayani. Hanya disuruh tinggalin no telp dan nama, dan akan dihubungi. Ternyata, total kekurangannya 20jt (kira2), dan kami dipaksa nyicil/putus.”

“Kemarin, Kamis 13 Jan 2021, katanya ada inspeksi dari PLN. Petugas dengan seragam resmi memeriksa rumah/rumah dan termasuk rumah kami.
Pas di rmh kami, petugas minta ijin mengganti meteran. Alesannya angka meteran gak presisi jadi hrs di cek. Krna ga pernah ngapa2in, kita iyain.”

“Kami diwajibkan datang untuk uji lab hari ini Jum’at (15 Jan 2021) untuk menyaksikan. Unit sudah ditahan sejak kemarin, dan kami bahkan tidak tau isinya. Hari ini sewaktu dibuka, mereka bilang segel rusak dan ada kabel jumper di dalam meteran. Face screaming in fearFace screaming in fear.”

“Kami yg awam & sm skali tidak familiar, tdk di edukasi bahwa meteran yg asli itu seperti apa bentuknya, seketika shock.
Gimana g shock, pemilik rumah sebelumnya adalah kk suami sy yg bisa dibilang konglomerat. Untuk apa sih mainin listrik yg dayanya hanya 1/40 rumahnya skrg??”

“Dan kami kemudian disodori tagihan lagi sebesar 68jt lebih. Padahal saat uji lab, erornya hanya 10-15%. Lantas darimana angka ini ?
Udah gitu, pilihan cuma bayar/putus. Enak yah @pln_123 Pak dhe @jokowi?? Kami yg serasa kena petir siang bolong,” seraya menggunggah foto tagihannya.

Lalu, pada 16 Januari dia kembali mengabarkan kondisi terbaru. “Update per Sabtu 16 Januari 2021, saya sudah didatangi Manager op PLN Kreo Bp Yondri dan manager kelistrikan. Mereka bermediasi dan menjelaskan serta meminta maaf. Tapi kompensasi nama baik tercemar, kerugian waktu, & etika karyawan PLN belum clear. Hanya ada solusi sementara,” seraya mengunggah foto pertemuan tersebut.

“Ternyata ada opsi pengajuan keberatan selain bayar/putus ya teman2. Dan ini TIDAK DISAMPAIKAN oleh petugas yg berkaitan. Banyak banget kekurangan etika dan edukasi yg kurang dari PLN. Saya masih berharap nominal sisa 48jt bisa dinegosiasikan, bahkan kami bersedia disidik jari.”

“Kami ingin berusaha percaya @pln_123 memang melayani setulus hati, dari rakyat untuk kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, saya harap pihak pln sndiri bersedia dikoreksi dan dikompensasi thdp kesalahan dan kelalaian pihak pln. Saya & suami harap bs mendapat solusi terbaik,” tutupnya.