Sab. Mei 15th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Waduh! Bos Sritex Digugat PKPU Bank QNB

Presiden Direktur Sritex Iwan Lukminto (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Indonesia – PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) melayangkan gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) terhadap pemilik emiten tekstil, PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), Iwan Setiawan Lukminto dan anak usaha SRIL, PT Senang Kharisma Textil.

Gugatan ini didaftarkan oleh Bank QNB di Pengadilan Negeri (PN) Semarang dengan nomor perkara 13/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Smg pada Selasa (20/4/2021).

Kuasa hukum bank QNB, dalam petitumnya meminta agar PN Semarang mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Iwan Lukminto beserta istri, Megawati dan Senang Kharisma Textil.

Baca:

Beban Operasional Bengkak, Laba Sritex Menyusut di 2020

Kedua, menetapkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara terhadap Iwan Lukminto beserta istri, Megawati dan Senang Kharisma Textil paling lama 45 hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.

Ketiga, menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim-Hakim Niaga di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang untuk mengawasi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang termohono PKPU I, yakni PT Senang Kharisma dan Termohon PKPU II, Iwan Lukminto beserta istri, Megawati.

Selanjutnya, menunjuk dan mengangkat Joel Baner Hendrik Toendan, Jandi Mukianto, dan Djawoto Jowono selaku tim pengurus dalam proses PKPU.

“Kelima, menetapkan sidang yang merupakan rapat permusyawaratan hakim untuk mendengar laporan hakim pengawas tentang perkembangan yang dicapai selama proses PKPU sementara paling lambat pada hari ke-45 terhitung sejak PKPU diucapkan,” demikian bunyi petitum tersebut.

Keenam, memerintahkan tim pengurus untuk memanggil para termohon PKPU serta kreditur yang dikenal dengan surat tercatat atau melalui kurir, untuk menghadap dalam Sidang yang diselenggarakan paling lambat pada hari ke-45 sejak putusan PKPU tersebut diucapkan.

Kuasa hukum QNB, dalam petitumnya juga membebankan seluruh biaya perkara kepada para termohon PKPU.

Indonesia sudah melakukan konfirmasi terkait gugatan PKPU oleh Bank QNB ini. Namun, sampai berita ini ditayangkan, Iwan Lukminto yang juga merupakan Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) ini belum memberikan respons terkait gugatan PKPU tersebut.

Baca:

Moody’s Downgrade Peringkat Sritex 2 Notch ke B3, Kenapa?

[Gambas:Video ]

(hps/hps)