Sab. Okt 16th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Waduh Gara-gara Ini, IHSG-Rupiah-SBN Tumbang Semua!

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, Indonesia – Pasar keuangan Indonesia kompak ditutup melemah pada perdagangan Selasa (30/3/2021) kemarin, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah bersama-sama melemah pada perdagangan kemarin, sedangkan untuk SBN, imbal hasil (yield) mayoritas mengalami kenaikan dan harganya mengalami pelemahan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 1,55% ke level 6.071,4 pada perdagangan kemarin. Data perdagangan mencatat sebanyak 122 saham saham menguat, 374 saham melemah, dan sisanya 133 saham mendatar.

Nilai transaksi bursa pada perdagangan kemarin mencapai Rp 10,4 triliun. Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 366 miliar di seluruh pasar.

Asing melakukan penjualan bersih di saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 307 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 85 miliar.

Baca:

Latah Margin Call Menular ke RI, Saham-saham Bank Diobral!

Sedangkan beli bersih dilakukan asing di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 36 miliar dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 17 miliar.

Di kawasan Asia, hanya IHSG saja yang melemah pada perdagangan kemarin, sedangkan indeks saham Asia lainnya mengalami penguatan, di mana indeks BSE Sensex India yang memimpin penguatan bursa saham Asia kemarin.

Berikut pergerakan IHSG dan bursa Asia pada perdagangan Selasa (30/3/2021).

Tekanan bursa saham datang dari dalam negeri, yakni kebijakan manajemen BPJS Ketenagakerjaan yang akan mengurangi porsi investasi di saham dan reksa dana.

Diketahui BPJS TK merupakan salah satu investor institusi raksasa sehingga apabila porsi investasi dikerdilkan berpotensi adanya arus uang keluar dari pasar modal dalam jumlah yang lumayan.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan rencana pengurangan investasi tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR. Langkah ini dilakukan dalam rangka Asset Matching Liabilities (ALMA) Jaminan Hari Tua (JHT). Ada tiga strategi yang disampaikan BP Jamsostek.

“Pertama, strategi investasi dengan melakukan perubahan dari saham dan reksa dana ke obligasi dan investasi langsung sehingga bobot instrumen saham dan reksa dana semakin kecil,” jelas Anggoro, Selasa (30/3/2021).

Selain itu sentimen global yakni badai margin call (permintaan penambahan kekurangan dana transaksi margin) yang menimpa saham perbankan AS juga memicu kekhawatiran seputar efeknya terhadap pasar keuangan global. Beberapa saham perbankan mengakui terkena forced sell (jual paksa) atas posisinya di short selling (jual kosong).

NEXT: Rupiah Tak Lagi Perkasa

Baca:

Rupiah Kayaknya Bakal Melemah Lagi Nih, Bisa Rp 14.500/US$?