Jum. Apr 23rd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Wah…Jepang Kirim Kabar Gembira, IHSG Bakal ke 6.300?

Kedatangan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Mariko Suga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa, 20 Oktober 2020. PM Yoshihide Suga dan Ibu Mariko Suga disambut oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di tangga pesawat. (Biro Pers Sekretariat Presiden/ Kris)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,15% sepanjang pekan lalu ke 6.222,521. Dalam 4 hari perdagangan (Jumat libur Hari Raya Imlek), IHSG mampu membukukan penguatan sebanyak 3 kali.

Meski demikian, data perdagangan mencatat pada periode tersebut investor asing melakukan jual beli bersih sebesar Rp 575 miliar di pasar reguler, dengan nilai transaksi mencapai Rp 72 triliun.

Dalam 2 perdagangan terakhir, IHSG bergerak dalam rentang sempit, tetapi bolak-balik masuk ke zona merah sebelum akhirnya sukses menguat.

Pergerakan tersebut mengindikasikan IHSG kurang tenaga untuk kembali menguat lebih jauh.

Namun, pada perdagangan awal pekan ini, Senin (15/2/20210) IHGS berpeluang kembali ke zona hijau melihat bursa saham Amerika Serikat (AS) yang menghijau pada perdagangan Jumat pekan lalu, serta beberapa bursa saham Asia yang sudah dibuka pada pagi ini.

Artinya, sentimen pelaku pasar global sedang bagus, apalagi data menunjukkan perekonomian Jepang mampu mempertahankan ekspansi di penghujung 2020 lalu.

Data dari pemerintah Jepang pagi ini menunjukkan produk domestik bruto (PDB) di kuartal IV-2020 tumbuh 12,7% year-on-year (YoY), lebih tinggi dari prediksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 9,5% YoY. Sementara jika dilihat dari kuartal sebelumnya, PDB Jepang mampu tumbuh 3%.

Data tersebut tentunya menjadi kabar bagus, ekonomi masih tumbuh saat Jepang mengalami lonjakan kasus penyakit akibat virus corona (Covid-19) di akhir tahun lalu.

Sementara itu dari dalam negeri, hari ini akan dilaporkan data neraca dagang, yang bisa memberikan gambaran bagaimana geliat bisnis di Indonesia memasuki tahun 2021, dan tentunya bisa mempengaruhi pergerakan IHSG.

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan. IHSG saat ini masih mampu bertahan di atas 6.000 dan rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50).

IHSG sebelumnya menembus ke bawah MA 50 setelah mengalami kemerosotan 7 hari beruntun pasca membentuk pola 3 gagak hitam (three black crow). Pola tersebut merupakan sinyal pembalikan arah, dari sebelumnya dalam tren menanjak berubah menjadi turun, atau “malapetaka” bagi IHSG.

Pola three black crow terdiri dari 3 candle stick yang menurun, dengan posisi penutupan candle terakhir selalu lebih rendah dari candle sebelumnya.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv
Baca:

Jet Lag Usai Liburan, Ini Bocoran Saham-saham Pilihan!

IHSG yang kini berada di atas MA 50 memberikan peluang berlanjutnya penguatan IHSG, sekaligus menghentikan “bayang-bayang” tiga gagak hitam.

Tetapi jika kembali ke bawah 6.000, maka risiko berlanjutnya penurunan kembali muncul, dengan target ke kisaran 5.600 dalam beberapa pekan ke depan. 

Level 5.600 berada di dekat dengan MA 100 serta Fibonnanci Retracement 61,8% yang bisa menjadi support kuat. Fibonnaci tersebut ditarik dari level tertinggi September 2019 di 6.414 ke level terlemah tahun 2020 di 3.911 pada grafik harian.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian mulai keluar dari wilayah jenuh jual (oversold).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Sebaliknya, stochastic pada grafik 1 jam sudah bergerak naik dan mendekati wilayah overbought.

IHSG kini berada di atas 6.200 yang bisa menjadi kunci pergerakan. Selama bertahan di atasnya IHSG berpeluang menguat menuju 6.260. Resisten selanjutnya jika level tersebut ditembus berada di kisaran 6.300.

Sementara jika kembali ke bawah 6.200, IHSG berisiko turun ke support 6.160. Penembusan ke bawah level tersebut akan membawa IHSG turun ke 6.110 hingga 6.090.

TIM RISET  INDONESIA 

Baca:

Usai Angpau Imlek, Simak 9 Kabar Pasar “Hot” Sebelum Trading

[Gambas:Video ]

(pap/pap)