Wall Street Cerah Lagi, Bursa Asia Dibuka Menghijau

Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Bursa Asia mayoritas dibuka menguat pada Rabu (10/3/2021), mengikuti bursa saham Amerika Serikat (AS) yang kembali ditutup menghijau pada Selasa (9/3/2021) waktu setempat akibat saham teknologi di bursa saham AS yang kembali diburu oleh investor dan seiring respons positif terkait pengesahan stimulus fiskal AS.

Tercatat indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 0,31%, Hang Seng Hong Kong meroket 1,68%, Shanghai Composite China melesat 0,91%, dan KOSPI Korea Selatan melonjak 1,25%.

Sementara untuk indeks STI Singapura hari ini dibuka melemah 0,2%, setelah beberapa hari mampu bertahan di tengah pelemahan bursa saham Asia.

Pelaku pasar Asia hari ini sedang menunggu rilis data inflasi China untuk periode Februari 2021. Diperkirakan inflasi tahunan Negeri Tirai Bambu akan tumbuh kembali pada Februari 2021, namun untuk bulanan diperkirakan masih melemah.

Beralih ke Negeri Adidaya (AS), bursa saham Wall Street ditutup positif pada perdagangan dini hari tadi setelah saham-saham, teknologi kembali diburu oleh investor.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) menguat 0,1% ke level 31.832,74, S&P 500 melesat 1,42% ke 3.875,44 dan Nasdaq Composite yang banyak memiliki konstituen saham-saham teknologi meroket 3,69% ke 13.073,83.

Saham-saham teknologi macam Apple, Microsoft, Amazon, Alphabet, Facebook, semuanya kompak melesat bahkan dianggap ke depan akan mampu melanjutkan apresiasinya.

“Sementara ini, aksi beli saat harga jatuh menjadi pemicu kenaikan harga saham teknologi, investor dapat berharap bahwa ke depan kenaikan akan masih berlanjut dalam jangka pendek.” Ujar Direksi Jannet Montgomery Scott.

Baca:

Cerita Bos Bio Farma ‘Berjudi’ demi Amankan Pasokan Vaksin

Bahkan harga saham Tesla yang sempat anjlok 40%, berhasil melesat 19,64% pada penutupan perdagangan dini hari tadi karena saham-saham growth stock kembali diburu serta mobil listrik yang memenangkan pangsa pasar yang makin besar di China.

China Passanger Car Association (CPCA) baru saja merilis laporan bulan Februari di mana laporan tersebut menunjukkan adanya kenaikan permintaan untuk mobil Tesla di beberapa daerah penting.

Untuk bulan Januari, Tesla mengirimkan 18,3 ribu kendaraan dimana angka ini naik dari posisi Januari tahun lalu sebesar 18% dan kenaikan diprediksi banyak pihak akan terus berlanjut hingga Maret.

Selain saham-saham teknologi, saham-saham produk konsumsi juga melesat setelah harapan akan cairnya bantuan untuk rumah tangga yang datang dari paket stimulus fiskal US$ 1,9 triliun yang akan ditandatangani pertengahan Maret diekspektasikan akan mendorong pengeluaran konsumsi.

Meskipun demikian saham-saham siklikal seperti sektor finansial, industri, dan energi yang sempat melesat terpaksa terkoreksi apresiasinya pada perdagangan dini hari tadi.

TIM RISET INDONESIA

[Gambas:Video ]

(chd/chd)