Sab. Apr 24th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Wall Street Pesta Pora, Cetak Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Traders work on the floor at the New York Stock Exchange (NYSE) at the end of the day's trading in Manhattan, New York, U.S., August 27, 2018. REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, Indonesia – Kabar gembira dari Wall Street. Bursa saham AS kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah, setelah Joe Biden resmi dilantik menjadi Presiden ke-46, Rabu (20/1/2021).

Indeks Nasdaq memimpin dengan penguatan nyaris 2% ke 13.457,25. Sementara Dow Jones menguat 0,83% ke 31.188,38, indeks S&P 500 melesat 1,39% ke 3.651,85. 

Baca:

Ada Joe Biden & Blue Wave, Siap-Siap IHSG Tembus 6.500!

Rencana stimulus fiskal sebesar US$ 1,9 triliun yang akan digelontorkan Biden menjadi pemicu penguatan Wall Street. Dengan stimulus tersebut diharapkan perekonomian AS bisa bangkit lebih cepat, begitu juga dengan penanggulangan Covid-19.

“Isu lainnya bisa mundur dulu dikalahkan oleh perhelatan di Washington karena investor mencari perubahan kebijakan yang besar ke depannya dan outlook pemerintahan yang baru,” tutur Kepala Perencana Pasar TD Ameritrade JJ Kinahan kepada International.

Baca:

10 Saham Top Gainers Kemarin, Trio ANTM-TINS-INCO Ngamuk!

Proposal stimulus Biden memasukkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 1.400 ke warga AS dan perpanjangan tunjangan penganggur serta bantuan untuk pemerintahan lokal dan negara bagian. Demikian juga dengan dana penanggulangan pandemi dan program vaksinasi.

Dari lantai bursa, laporan earning yang apik dari beberapa emiten juga mengangkat sentimen pelaku pasar. Harga saham Netflix melesat nyaris 17% setelah perseroan melaporkan pertumbuhan pelanggan yang kuat dan menyatakan akan mempertimbangkan pembelian kembali (buyback) sahamnya di pasar.

Perseroan mendapatkan berkah pandemi dengan mencetak 8,5 juta pelanggan, atau melesat dibandingkan dengan antisipasi analis sebesar 6,47 juta orang.

Saham Morgan Stanley menguat di awal perdagangan setelah pengumuman kinerja keuangan perseroan per kuartal IV-2020 yang melampaui estimasi pasar, tetapi di penutupan perdagangan malah terkoreksi 0,2%.

Begitu juga dengan saham Procter & Gamble melemah 1,3% meski melaporkan kenaikan pendapatan berkat produk sanitasinya di tengah pandemi.

[Gambas:Video ]

(sef/sef)