Kam. Apr 22nd, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Wall Street Rekor dan Bursa Asia Meroket, IHSG Siap ke 6.300

Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,35% ke 6.261,054 pada perdagangan Rabu kemarin. Meski demikian, data perdagangan mencatat investor asing melakukan aksi beli bersih Rp 245 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi nyaris Rp 17 triliun.

IHSG di awal perdagangan kemarin sebenarnya berhasil menguat, merespon testimoni ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed, Jerome Powell) di hadapan Komite Perbankan Senat. Dalam testimoni tersebut, Powell menegaskan belum akan merubah kebijakan moneternya dalam waktu dekat, sebab inflasi masih lemah, dan pemulihan ekonomi masih dipenuhi ketidakpastian.

Sayangnya IHSG gagal mempertahankan penguatan dan masuk ke zona merah, menyusul bursa utama Asia. Namun, beda cerita pada perdagangan hari ini, Kamis (25/2/2021), bursa saham utama Asia sudah melesat pagi ini. Indeks Nikkei Jepang melesat 1,7%, sementara Kospi Korea Selatan meroket 2% lebih. IHSG juga berpeluang mengikuti masuk ke zona hijau, bahkan tidak menutup kemungkinan melesat tajam.

Baca:

Berburu Cuan Saat IHSG Mager, Ini Dia Saham Pilihannya

Melesatnya bursa saham Asia terjadi setelah bursa saham AS (Wall Street) menguat tajam, dengan indeks Dow Jones mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan sejak awal pekan ini. IHSG yang bertahan di atas rerata pergerakan 50 hari (moving average/MA50) yang memberikan potensi penguatan.

Pada perdagangan Selasa (16/2/2021), muncul lagi pola Doji, secara psikologis pola ini mengindikasikan pasar masih kebingungan menentukan kemana arah IHSG. Pergerakan dalam 2 hari terakhir menunjukkan hal tersebut, IHSG menguat di awal perdagangan sebelum berbalik melemah.

Dengan munculnya pola Doji, peluang IHSG ambrol atau melesat sama besarnya.

jkseGrafik: IHSG Harian
Foto: Refinitiv

Sementara itu Indikator stochastic pada grafik harian masih sudah mulai keluar dari wilayah jenuh beli (overbought).

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Stochastic pada grafik 1 jam bergerak mendatar di dekat wilayah oversold.

IHSG kemarin kembali ke bawah 6.260 yang kini menjadi resisten terdekat. Jika mampu kembali ke atasnya, IHSG berpeluang ke 6.300 lagi. Target penguatan selanjutnya di 6.340.

Sementara jika tertahan di bawah 6.260, IHSG berisiko turun ke menuju 6.200. Jika level tersebut ditembus IHSG akan turun ke 6.160 sebelum menuju 6.110.

TIM RISET  INDONESIA 

[Gambas:Video ]

(pap/pap)