Sel. Jul 27th, 2021

DAILY BERITA

News, Events & Stories in Indonesia

Warga RI Kamu Tak Sendiri, Malaysia Lebaran Juga Gak Mudik

Jakarta, Indonesia – Malaysia akhirnya mengumumkan kembali kebijakan penguncian (lockdown) secara nasional, Senin (10/5/2021). Melalui perintah kawalan pergerakan (PKP/ MCO), Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengembok negeri itu 12 Mei hingga 7 Juni mendatang.

Dilansir Channel News Asia, beberapa warga yang sudah merindukan kampung halamannya kembali lagi harus mengurungkan niatnya untuk pulang. Ini merupakan kali kedua mudik lebaran dilarang di Malaysia, setelah tahun lalu pemerintah menerapkan kebijakan yang sama.

Baca:

Alert! Malaysia Resmi Lockdown Nasional Lagi Gegara Corona

“Saya hancur karena saya sudah lama tidak bisa balik kampung,” ucap Siti Farahani Halim, seorang warga Kuala Lumpur yang merupakan perantau asal Perlis, dikutip Selasa (11/5/2021).

“Rencana awalnya adalah kembali ke Perlis untuk (Hari) Raya, tetapi ketika sudah jelas bahwa tidak akan ada perjalanan antar negara bagian, saya pikir setidaknya saya bisa bertemu dengan saudara laki-laki dan perempuan saya yang juga tinggal di Kuala Lumpur.”

Meski begitu, ia mengaku mengerti bahwa kebijakan ini merupakan hal yang cukup baik untuk mengekang laju penyebaran Covid-19. Langkah-langkah baru ini dilakukan pada saat Kementerian Kesehatan sedang berjuang dengan tingginya jumlah pasien infeksi Covid-19, dengan beberapa rumah sakit dan unit perawatan intensif mencapai kapasitas penuh.

Hingga Senin, tercatat lebih dari 444.000 kasus kumulatif secara nasional. Jumlah kasus aktif mencapai 37.396, dengan 434 pasien dirawat di ICU.

Di bawah MCO, semua bentuk pertemuan sosial termasuk pernikahan dan jamuan makan dilarang. Semua institusi pendidikan ditutup, sedangkan pusat penitipan anak diizinkan beroperasi berdasarkan prosedur operasi standar.

Makan di restoran tidak akan diizinkan. Satu mobil hanya bisa memuat tiga orang, termasuk pengemudinya.

Menurut Muhyiddin saat ini Malaysia sedang dalam situasi yang cukup kritis dihantam gelombang Covid-19 terbaru. Ia berharap bahwa warga negaranya bisa ikut mensukseskan MCO ini dengan mematuhi segala protokol yang ada.

Baca:

Klaster Baru Corona Terus Bermunculan di Singapura, Ada Apa?

“Saya ingin mengingatkan (semua) bahwa gelombang ketiga kami hadapi saat ini lebih ganas dan kritis. Kami belum menang,” ujarnya.

Pejabat tinggi kesehatan Malaysia juga sempat melukiskan gambaran suram perjuangan negara itu melawan pandemi virus corona. Ia bahkan mengatakan kasus baru bisa mencapai 7.000 sehari pada akhir bulan ini.

“Diproyeksikan bahwa Malaysia akan mencatat 5.000 kasus pada akhir Mei dan sekitar 3.000 kasus pada pertengahan bulan,” kata Kementerian Kesehatan, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah dalam pers di kementerian di Putrajaya, dikutip The Strait Times.

“Tapi sekarang, dua minggu sebelum pertengahan bulan, kami telah mencatat lebih dari 3.000 kasus … Kami memperkirakan 5.000 pada pertengahan Mei sekarang, dan pada akhir Mei, kasus dapat meningkat menjadi 6.000 hingga 7.000, tergantung pada kita, apakah kita memutus rantai infeksi.”

[Gambas:Video ]

(sef/sef)